Bahkan, Presiden RI turut mendorong agar tanaman kelapa dilakukan hilirisasi supaya memperoleh nilai tambah ekonomi.
“Presiden sangat mendorong tanaman kelapa dilakukan hilirisasi supaya ada nilai tambah ekonomi,” kata Zulkifli.

Dia berharap dari kegiatan ini, delegasi negara yang memiliki kemajuan teknologi dalam pengelolaan kelapa dan pembibitan dapat membagikan ilmunya kepada Indonesia. “Kalau ada bibit kelapa unggul boleh lah dibagikan kepada kami untuk dikembangkan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut diselingi pameran global yang menampilkan produk kelapa, teknologi pengolahan, dan mesin. Ada juga pertemuan bisnis (business-to-business atau B2B) untuk perdagangan dan investasi, serta lokakarya peningkatan kapasitas bagi petani dan UKM.

Tak hanya itu, ada pula acara budaya dan kreatif, termasuk Kompetisi Paduan Suara Internasional serta lomba fotografi dan penulisan.

Ketua Panitia Dr. Jemmy Ringkuangan mengatakan, momen konferensi ini sangat menguntungkan bagi usaha kelapa turunan di Sulawesi Utara.

“Para pelaku usaha dapat menunjukkan hasil usaha di hadapan para delegasi negara yang hadir dalam konferensi World Coconut Day kali ini,” ujar Jemmy Ringkuangan. (ite)