LIPUTAN15.COM MELONGUANE – Perkembangan suatu daerah tak hanya dipengaruhi oleh sektor ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang memadai, namun juga oleh sistem data yang terintegrasi.
Hal ini nampak dalam salah satu visi Kabupaten Kepulauan Talaud. Memiliki letak
geografis yang terpisahkan oleh laut tak menjadi penghalang bagi peningkatan dan pengembangan kebutuhan data dan informasi yang akurat.
Sebuah ide yang inovatif terbaru kini hadir untuk menjawab kebutuhan data tersebut.
‘Si PORODISA’ yang merupakan salah satu sistem digital yang lahir dari ide cemerlang Kepala Dinas Komunikasi Informasi Data dan Statistik Kabupaten Kepulauan Talaud, Sthela F Bentian, S.Si.
Sistem ini dibuat bertujuan untuk meningkatkan pengintegrasian sistem informasi pengembangan dan pelayanan dalam mendukung peningkatan pembangunan di wilayah pesisir utara Indonesia.
Inovasi ini resmi diluncurkan oleh Bupati Kepulauan Talaud Welly Titah pada Selasa (27/10/2026) lalu di Kantor Bupati Talaud di Melonguane. Peluncuran ditandai dengan penyematan Pin SI PORODISA kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat serta Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud.
Kepada awak media, Bentian menuturkan bahwa digitalisasi bukan semata-mata menghadirkan teknologi baru ke dalam birokrasi. Lebih dari itu, teknologi perlu menjadi instrumen untuk memperbaiki cara kerja pemerintahan, terutama dalam mengelola informasi yang dibutuhkan untuk mendukung kebijakan dan pembangunan daerah.
“SI PORODISA ini kami gagas untuk menjawab kebutuhan tata kelola data operasional daerah agar semakin cepat, akurat, dan transparan,” ucap Bentian.
Hal itu pun lanjutnya menjadi penegasan bahwa kebutuhan akan data yang terkelola dengan baik menjadi salah satu pertimbangan utama di balik lahirnya proyek perubahan tersebut.
“Sebagai kabupaten kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Talaud membutuhkan pola koordinasi yang mampu menjawab tantangan jarak sekaligus mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan,” ungkapnya.
Sebagai ujung tombak pemerintah daerah dalam hal informasi data dan statistik, Bentian menjabarkan bahwa sistem pengelolaan data yang terintegrasi menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan tersebut.
“Sebagai daerah kepulauan dan kawasan perbatasan negara, Talaud membutuhkan akurasi data yang cepat dan terintegrasi. SI PORODISA ini bukan sekadar inovasi formalitas, tetapi kebutuhan nyata untuk memangkas sekat-sekat geografis dan mempercepat pengambilan keputusan demi percepatan pembangunan masyarakat di wilayah perbatasan,” tegasnya.
Adapun melalui portal terpadu SI PORODISA ini, data operasional dari berbagai sektor pemerintahan diharapkan dapat terhimpun dalam satu sistem. Integrasi tersebut diharapkan mempermudah koordinasi lintas perangkat daerah sekaligus mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih tepat.
Dukungan Bupati Welly Titah melalui peluncuran inovasi ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam mendorong pemanfaatan teknologi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan.
Meski demikian, keberhasilan sebuah inovasi digital tidak hanya ditentukan oleh peluncurannya. Manfaat sesungguhnya akan terlihat dari konsistensi penerapan, kualitas data yang dikelola, kesiapan sumber daya manusia, serta sejauh mana sistem tersebut digunakan dalam mendukung pekerjaan pemerintahan sehari-hari.
Sebab, di tengah luasnya wilayah kepulauan, pemerintahan yang efektif tidak hanya membutuhkan kehadiran aparatur di lapangan, tetapi juga informasi yang akurat sebagai dasar menentukan arah kebijakan.
‘SI PORODISA’ kini membawa harapan tersebut. Tantangan berikutnya adalah memastikan gagasan digital itu benar-benar bekerja, memberi manfaat bagi birokrasi, dan pada akhirnya mendukung percepatan pembangunan masyarakat Kepulauan Talaud. (tni)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan