MINUT-Bupati Minahasa Utara Joune Ganda mendampingi rombongan Komisi IV DPR RI dalam kunjungan kerja reses ke PT Sulawesi Optima Wirakarya (PT SOW) di Desa Batu, Kecamatan Likupang Selatan, Jumat (9/10/2026). Kunjungan itu difokuskan pada penguatan sektor peternakan Sulawesi Utara serta peluang kemitraan dan penyediaan bibit unggul bagi peternak lokal.

Joune menyambut baik kehadiran PT SOW karena dinilai membawa sistem peternakan babi modern dan terintegrasi ke Minahasa Utara. Menurutnya, keberadaan perusahaan tersebut berpotensi memperkuat ketahanan pasokan, baik berupa indukan, bibit unggul, maupun daging untuk kebutuhan pasar.

“Peternakan babi modern ini merupakan yang pertama di Indonesia. Peternakan tersebut memiliki prospek yang menjanjikan mengingat kebutuhan dan konsumsi daging babi di Sulawesi Utara, termasuk wilayah Indonesia bagian utara, tergolong tinggi,” ujar Joune.

Ekosistem Peternakan

Bupati menekankan pentingnya membangun ekosistem peternakan yang saling mendukung antara PT SOW, peternak lokal, masyarakat, akademisi, serta ahli peternakan dan kesehatan hewan.

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar manfaat ekonomi dari kehadiran perusahaan tidak hanya berhenti pada fasilitas peternakan, tetapi juga menjangkau peternak dan masyarakat sekitar.

PT SOW sendiri mengembangkan Batu Likupang Integrated Farm (BLIF) sebagai pusat pengembangan genetika unggul, manajemen peternakan modern, dan penerapan biosecurity. Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan perusahaan genetika ternak asal Denmark, DanBred.

Teknologi Kandang Tertutup

Direktur PT SOW Andreas Surja Putra menjelaskan, salah satu keunggulan peternakan yang dikembangkan perusahaannya adalah penerapan sistem closed house atau kandang tertutup.

Sistem itu memungkinkan perusahaan mengendalikan suhu dan kelembapan di dalam kandang agar ternak tumbuh serta berkembang biak dalam kondisi lingkungan yang optimal. Konsep ini memiliki kemiripan dengan peternakan ayam modern, tetapi disesuaikan dengan karakteristik ternak babi dan kebutuhan pemuliaan genetika unggul.

“Paling sederhana, sistem di peternakan kami menggunakan closed house, seperti peternakan ayam modern yang seluruh kandangnya tertutup. Suhu dan kelembapan kami atur agar hewan ternak mendapatkan lingkungan yang optimal untuk berkembang biak,” ungkap Andreas.

Ia menambahkan, ternak yang dikembangkan merupakan galur murni atau pure breed. Karena itu, pengelolaannya membutuhkan perhatian khusus, mengingat ternak dengan karakteristik genetika tersebut dinilai lebih rentan dan memerlukan penanganan yang tepat.

Potensi Produksi

Dari sisi kapasitas, Andreas menyebut PT SOW memiliki potensi produksi sekitar 7.000 hingga 8.000 ekor.

Kehadiran fasilitas tersebut juga sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem pembibitan nasional, khususnya penyediaan genetika berkualitas untuk mendukung produktivitas dan efisiensi peternakan babi di Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Joune didampingi Asisten II, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta Camat Likupang Selatan.(jein)