TONDANO — Kemeriahan menyelimuti Karnaval Budaya dan Pagelaran Seni yang digelar Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk menyambut Hari Jadi Minahasa ke-598. Kegiatan digelar Selasa (4/11/2026) sore, dimulai dari kawasan bersejarah Benteng Moraya dan berakhir di Taman God Bless Minahasa, Lapangan Dr. Sam Ratulangi, Tondano.

Karnaval dilepas langsung oleh Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P., bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P. Ribuan peserta berjalan kaki dari Benteng Moraya sambil menampilkan beragam atraksi seni dan budaya, sebelum kegiatan dilanjutkan dengan pagelaran seni di Lapangan Dr. Sam Ratulangi.
Warisan Leluhur di Panggung
Kepala Disbudpar Minahasa, Moudy Leonhard Pangerapan, S.H., M.A.P., mengatakan kegiatan melibatkan berbagai kelompok seni dan budaya. Para peserta menampilkan kesenian tradisional Minahasa, di antaranya Tari Maengket, drumband, dan Tarian Kabasaran dari berbagai organisasi.

Tari Kabasaran menjadi salah satu daya tarik utama karnaval. Tarian perang khas Minahasa itu tampil penuh energi dan menjadi representasi keberanian, identitas, serta semangat kolektif masyarakat Minahasa.
Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa pergelaran seni dan budaya bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menyebutnya sebagai wujud kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur, identitas daerah, serta kekayaan adat dan tradisi Minahasa.
“Ini identitas yang harus kita jaga, lestarikan, dan perkenalkan kepada generasi muda maupun masyarakat luas,” ujar Bupati.
Menurutnya, Minahasa memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari pakaian adat, tarian tradisional, musik daerah, seni bahasa, hingga tradisi yang diwariskan turun-temurun. Karena itu, pelestarian budaya perlu terus diperkuat agar tidak hanya hidup dalam perayaan, tetapi juga menjadi bagian kehidupan generasi muda.
Bupati menjelaskan alasan pemilihan Benteng Moraya sebagai titik awal karnaval. Kawasan tersebut, katanya, memiliki makna historis mendalam sebagai simbol perjalanan sejarah Minahasa yang merepresentasikan perjuangan, keberanian, persatuan, dan semangat pantang menyerah masyarakat.
Ia berharap nilai-nilai sejarah warisan leluhur terus dihargai dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam membangun daerah. Karnaval budaya juga diharapkan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap daerah, mempererat persaudaraan, serta memelihara semangat kebersamaan di tengah keberagaman dengan tetap menjunjung toleransi.
Lebih dari perayaan budaya, Bupati menempatkan kegiatan ini sebagai momentum promosi pariwisata Minahasa. Ia mengajak masyarakat menampilkan kreativitas dan kekayaan budaya secara maksimal, sambil menjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan selama kegiatan berlangsung.
“Mari kita promosikan pariwisata Minahasa agar semakin dikenal, bukan hanya di tingkat daerah dan regional, tetapi juga nasional hingga mancanegara,” pungkas Bupati.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Martina W. Dondokambey-Lengkong, S.E., jajaran Forkopimda, perwakilan Polres Minahasa, Kodim 1302/Minahasa, Kejaksaan Negeri Minahasa, serta undangan lainnya.
Karnaval Budaya dan Pagelaran Seni ini menjadi bagian penting rangkaian peringatan Hari Jadi ke-598 Minahasa. Melalui panggung budaya tersebut, Pemkab Minahasa menegaskan bahwa warisan leluhur bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi kekuatan identitas dan modal pengembangan pariwisata daerah.(*)

Tinggalkan Balasan