MANADO– Pesta Adat Tulude Jemaat GMIM Diaspora Karame di Manado berlangsung meriah dan sukses pada Sabtu (7/2/2026). Acara ini menghadirkan nuansa khas Sangihe melalui prosesi adat yang dikolaborasikan apik dengan tata cara gerejawi, menghasilkan maha karya budaya yang kokoh berlandaskan iman Kristen.

Hadir dalam perayaan ini, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE yang diwakili Sekretaris DPRD Provinsi Sulut Niklas Silangen. Turut serta Anggota DPRD RI Christiany Eugenia Paruntu, perwakilan Pemerintah Kota Manado melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bonyx Sahewo, serta masyarakat.

Kehadiran para tokoh ini menjadikan pesta adat tersebut sebagai refleksi kebudayaan yang hidup. Dalam sambutannya yang dibacakan Sekwan, Gubernur Sulut memberikan apresiasi tinggi kepada Jemaat GMIM Diaspora Karame atas upaya pelestarian nilai budaya lokal yang selaras dengan nilai kekristenan.
“Inilah kekayaan Sulawesi Utara, di mana iman hidup berdampingan dengan budaya dan tradisi yang memperkuat persaudaraan serta kebersamaan sebagai fondasi harmoni sosial,” ujarnya.
Gubernur menekankan makna mendalam Pesta Adat Tulude sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sepanjang tahun, sekaligus penyerahan diri menuju tahun baru. Tradisi ini mengandung nilai luhur seperti rasa syukur, kebersamaan, kerendahan hati, persaudaraan, dan tekad hidup lebih baik—kekuatan spiritual dan sosial masyarakat Sulut dari generasi ke generasi.
Lebih jauh, Tulude erat kaitannya dengan kehidupan bergereja. Bagi jemaat, perayaan ini bukan sekadar adat, melainkan penghayatan iman melalui refleksi rohani, evaluasi pelayanan, dan pembaruan komitmen mengikuti Kristus. “Iman Kristen tidak terpisah dari budaya, tapi hadir untuk memberi makna, arah, dan nilai rohani di dalamnya,” tambahnya.
Di tengah tantangan zaman seperti perubahan cepat, dinamika sosial-ekonomi, dan kemajuan teknologi, nilai Tulude relevan sebagai pedoman hidup agar tetap berpijak pada iman dan budaya. Acara ini mengajak introspeksi diri, memperbaiki relasi dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan, serta melangkah dengan semangat melayani, bekerja, dan membangun kehidupan rukun damai penuh kasih.
Gubernur juga mengajak sinergi gereja dan pemerintah terus ditingkatkan. Gereja membina iman, moral, dan karakter, sementara pemerintah tangani pembangunan. Dukungan gereja diharapkan untuk jaga kerukunan, persatuan, kepedulian sosial, dan bentuk SDM beriman berkarakter kompetitif. Sinergi ini wujudkan Sulawesi Utara maju, sejahtera, dan berkelanjutan.(ite)


Tinggalkan Balasan