TOMOHON-Wali Kota Tomohon, Caroll J.A. Senduk, menghadiri acara penandatanganan perjanjian kerja sama Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Provinsi Sulawesi Utara yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Senin (13/4/2026), bertempat di Kantor KLH RI, Jakarta.
Kegiatan strategis ini turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, serta para kepala daerah se-Sulawesi Utara, di antaranya Wali Kota Manado, Wali Kota Bitung, Bupati Minahasa, dan Bupati Minahasa Utara. Hadir pula jajaran Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Sulut, serta para Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten/kota.
Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup menegaskan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan komitmen kuat dan sinergi semua pihak, khususnya pemerintah daerah yang memiliki tanggung jawab langsung di wilayah masing-masing dengan pengawasan dari gubernur.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah, dimulai dari kebiasaan memilah sampah dari sumbernya. Pemerintah pusat menargetkan pada tahun 2026 penutupan sistem pengelolaan sampah open dumping hingga mencapai 63,41 persen secara nasional.
Secara khusus, Menteri memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tomohon yang dinilai telah menunjukkan langkah maju dalam pengelolaan sampah. Kota Tomohon disebut tidak lagi menggunakan sistem open dumping, melainkan telah beralih ke metode controlled landfill, sebagai tahap menuju sistem sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.
“Langkah yang dilakukan Kota Tomohon ini diharapkan dapat menjadi contoh dan diikuti oleh kabupaten/kota lain di Sulawesi Utara,” ujar Menteri.
Sementara itu, Wali Kota Caroll J.A. Senduk menyatakan komitmen Pemerintah Kota Tomohon untuk mendukung penuh arahan pemerintah pusat, termasuk program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam pengelolaan sampah nasional yang terintegrasi.
“Pemerintah Kota Tomohon berkomitmen untuk menindaklanjuti arahan Bapak Menteri demi menyukseskan program pengelolaan sampah secara serius dan berkelanjutan. Tentunya, hal ini membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar penanganan masalah sampah dapat berjalan optimal,” ungkapnya


Tinggalkan Balasan