MANADO– Ny. Rizya Ganda Davega, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Minahasa Utara (Minut), aktif menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026.

Acara yang berlangsung 16-17 April 2026 di Luwansa Hotel, Manado, ini mengusung tema ambisius: “Integrasi layanan kesehatan, pendidikan, sosial, perumahan, pekerjaan umum, dan ketentraman/ketertiban umum untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”

Ratusan peserta memadati ruangan, termasuk Ny. Anik Yulius Selvanus sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulut, serta ketua tim serupa dari kabupaten/kota se-Sulut. Ny. Rizya Ganda tampil prima, didampingi elite Pemkab Minut: Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Fredrik Tulengkey, Kepala Bappeda Hanny Tambani, serta perwakilan Kepala BKAD Evlyn Luntungan. Kehadiran mereka menegaskan komitmen Minut dalam program nasional ini.

Ny. Anik Yulius Selvanus membuka rakor dengan semangat evaluasi. “Ini tindak lanjut Rakornas Tim Pembina Posyandu. Tujuannya memaksimalkan dan mengevaluasi implementasi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di kabupaten/kota se-Sulut,” ujarnya.

Ia berharap Pemprov Sulut terus perkuat dukungan agar program ini tak sekadar wacana. Konsep 6 SPM ini revolusioner: menggabungkan kesehatan dengan pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum, dan layanan sosial – semuanya di tingkat posyandu desa/kelurahan.

Puncak acara, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menutup rakorda Jumat (17/4/2026) dengan pesan tegas. “Tanpa dukungan pemerintah daerah, program Posyandu mustahil sukses,” katanya.

Ia instruksikan bupati/wali kota bantu tupoksi tim Posyandu. “Saya minta para bupati dan wali kota dukung implementasi 6 SPM di wilayah masing-masing. Jangan jadikan hasil rakorda ini hanya catatan kertas!” tegasnya, disambut aplaus meriah.

Ny. Rizya Ganda Davega, istri Bupati Minut Joune Ganda, tak kalah vokal. “Di Minut, semua program Posyandu dapat dukungan penuh dari Bupati sebagai penasehat, melalui dinas terkait untuk 6 SPM,” ungkapnya.

Ia jelaskan peran tim pembina: membina tim kecamatan, kelurahan, desa, hingga kader Posyandu. “Kami optimalkan pembinaan agar posyandu berikan pelayanan maksimal ke masyarakat,” tambahnya.

Minut siap kemitraan dengan Pemprov dan Pemkab, serta dorong OPD kontribusi sesuai tupoksi.
Rakorda ini bukan sekadar rapat rutin. Di tengah tantangan pasca-pandemi, integrasi 6 SPM bisa jadi game changer untuk masyarakat pedesaan Sulut. Bayangkan posyandu tak hanya timbang berat badan anak, tapi juga fasilitasi akses pendidikan, perumahan layak, hingga pengaduan ketertiban – satu atap solusi holistik.

Minut, dengan 248 desa/kelurahan, berpotensi jadi pilot project sukses. Hasil rakorda kini ditunggu implementasinya: apakah arahan Gubernur jadi nyata di lapangan?
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan dokumen arahan dan foto keluarga besar tim Posyandu. Semangat kolaborasi ini harapannya lahirkan generasi Sulut sehat, cerdas, dan sejahtera – mimpi besar dari inisiatif kecil di posyandu.(*/Jein)