MANADO, Liputan15.com— Mahasiswa Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Salah satu mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, David Pustin Oliver, berhasil lolos seleksi dan terpilih mengikuti Student Leaders Meeting di Taiwan yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan forum internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk berdiskusi dan berbagi gagasan terkait pengembangan kepemimpinan generasi muda serta isu-isu strategis global, khususnya lingkungan hidup.
Partisipasi Polimdo dalam ajang tersebut berawal dari undangan resmi panitia internasional yang dikirimkan ke pihak kampus.
Menindaklanjuti hal itu, pihak kampus kemudian melakukan seleksi internal untuk menentukan mahasiswa yang dianggap paling layak mewakili institusi.
Steve Supit pendamping mahasiswa David menjelaskan keterlibatan Polimdo dalam program tersebut bermula dari undangan resmi yang dikirimkan kepada pihak kampus.
“Memang dikirimkan surat kepada direktur, kemudian direktur merespons dengan mengutus mahasiswa yang memiliki kapasitas untuk mengikuti program ini,” ujarnya.
Menurutnya, tujuan utama kegiatan tersebut adalah menciptakan mahasiswa yang memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu mendorong kesadaran masyarakat terhadap persoalan lingkungan.
“Intinya menciptakan mahasiswa-mahasiswa yang punya sikap kepemimpinan yang nantinya bisa mendorong komunitas lainnya untuk mulai aware terhadap masalah lingkungan global,” katanya.
Proses seleksi dimulai sejak Maret 2026. Para calon peserta diminta mengirimkan motivation letter serta menunjukkan rekam jejak kegiatan yang relevan.
David dinilai layak mewakili Polimdo karena memiliki pengalaman di bidang pengelolaan lingkungan, khususnya manajemen sampah. Ia juga pernah menjadi presenter dalam kegiatan internasional yang digelar di lingkungan kampus.
“David memiliki kapasitas yang cukup dengan pengalaman yang sudah dilakukan. Dia pernah terlibat dalam workshop manajemen sampah dan menjadi presenter pada kegiatan internasional di Politeknik,” jelasnya.
Optimisme pihak kampus akhirnya terbayar setelah David dinyatakan lolos sebagai salah satu dari 50 mahasiswa terpilih dari berbagai negara di dunia.
Peserta konferensi berasal dari sejumlah negara seperti Meksiko, Venezuela, Afrika Selatan, Thailand, Malaysia hingga Vietnam. Sementara dari Indonesia, sejumlah perguruan tinggi ternama juga turut ambil bagian, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Brawijaya, dan Atma Jaya.
“Proudly, Politeknik Negeri Manado bisa sejajar dengan kampus-kampus besar di Indonesia dalam forum internasional ini,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Steve Supit juga terpilih sebagai salah satu dari 10 dosen pendamping dari seluruh dunia yang diizinkan mengikuti kegiatan tersebut.
“Puji Tuhan, saya juga terpilih sebagai salah satu dosen yang akan mendampingi David dalam Student Leaders Meeting di Taiwan nanti,” pungkas dia.


Tinggalkan Balasan