LIPUTAN15.COM, BOLMUT – Suasana tenang di Desa Busisingo Utara, Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mendadak berubah menjadi kepanikan setelah warga menemukan seorang pria lanjut usia meninggal dunia di dalam rumahnya, Senin (01/06/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.
Korban diketahui bernama Yun Mamonto (69), seorang wiraswasta yang tinggal seorang diri di kediamannya di Desa Busisingo Utara. Saat ditemukan, kondisi jasad korban telah membengkak dan mengalami pembusukan yang diduga telah berlangsung lebih dari dua hari.
Penemuan tersebut berawal ketika salah seorang warga, Risno Makalunsenge (37), mencium aroma tidak sedap yang berasal dari arah rumah korban. Merasa curiga karena beberapa hari terakhir korban tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya, saksi kemudian meminta anak-anak yang sedang bermain di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi rumah tersebut.
Setelah diketahui pintu rumah dalam keadaan tidak terkunci, saksi menghubungi Jhoni Rore (46) yang juga merupakan warga setempat. Keduanya kemudian masuk ke dalam rumah dan berusaha memanggil korban. Namun, tidak ada respons yang terdengar.
Mereka lalu melakukan pemeriksaan ke sejumlah ruangan. Hingga akhirnya, saat mengecek bagian belakang dapur, korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dan sudah tidak bernyawa.
Mengetahui kejadian tersebut, kedua saksi segera memberitahukan keluarga korban serta pemerintah desa sebelum melaporkan penemuan itu kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Sangkub langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi jenazah, serta meminta keterangan dari para saksi guna memastikan penyebab kematian korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan petugas medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 48 jam sebelum ditemukan. Kondisi jenazah yang telah membusuk diduga erat kaitannya dengan lamanya korban tidak diketahui keberadaannya karena hidup seorang diri.
Selain itu, dari informasi yang diperoleh, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan diabetes yang telah lama dideritanya. Hingga saat ini, tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada adanya tindak kekerasan maupun dugaan tindak pidana.
Pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan keluarga korban terkait kemungkinan dilaksanakannya pemeriksaan medis lanjutan guna memastikan penyebab kematian secara menyeluruh.
Kapolsek Sangkub mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, khususnya kepada warga lanjut usia yang tinggal seorang diri, sehingga kondisi darurat dapat diketahui lebih cepat dan penanganan dapat segera dilakukan.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial merupakan benteng pertama dalam menjaga keselamatan sesama. Kehadiran dan perhatian terhadap tetangga, terutama mereka yang hidup sendiri di usia lanjut, bukan sekadar bentuk kepedulian, melainkan wujud nyata nilai kemanusiaan yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.” Tutupnya.
Nvg


Tinggalkan Balasan