MANADO-Untuk mempercepat pelayanan di rumah sakit, Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes., melakukan inspeksi mendadak ke fasilitas-fasilitas vital rumah sakit, Rabu (3/6/2026).
Sidak difokuskan pada alur distribusi obat di ruang farmasi dan penerapan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) sebagai upaya mempercepat layanan dan menjamin keselamatan pasien.
Kunjungan ini menegaskan bahwa perbaikan proses internal—bukan sekadar investasi peralatan—menjadi penentu pengalaman dan hasil perawatan pasien.
Menurut Prof. Starry, ketersediaan obat yang andal dan alur distribusi yang tanpa hambatan berdampak langsung pada waktu tunggu pasien dan efektivitas terapi.
“Sistem di ruang farmasi harus berjalan optimal agar pasien tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan hak mereka. Pelayanan yang cepat dan berkualitas adalah harga mati,” ujar ia saat memantau proses penyiapan dan pencatatan obat.
Dalam pemeriksaan, Direksi memeriksa prosedur penerimaan stok, penyimpanan obat berdasarkan suhu dan kelas obat, serta rekam jejak distribusi ke ruang perawatan. Tim farmasi diminta mempercepat proses verifikasi resep elektronik dan menutup celah administratif yang berpotensi menyebabkan penundaan pemberian obat.
Selain efisiensi farmasi, Prof. Starry memberi perhatian khusus pada penguatan protokol PPI. Ia menginstruksikan kepala instalasi dan tenaga kesehatan untuk menertibkan praktik kebersihan tangan, sterilisasi alat medis, dan manajemen limbah klinis.
Langkah ini mencakup inspeksi ruang isolasi, ketersediaan APD, prosedur desinfeksi permukaan, serta pelatihan ulang tenaga kesehatan terkait standar PPI. “Penguatan PPI sangat krusial untuk menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman bagi pasien, pengunjung, dan tenaga medis,” tegasnya.
Sidak juga menjadi momen verifikasi implementasi temuan audit internal sebelumnya. Prof. Starry meminta laporan tindak lanjut setiap kepala instalasi dalam tempo yang ditentukan dan menekankan akuntabilitas serta pelaporan berbasis data untuk memantau perbaikan kinerja.
Dari sisi operasional, manajemen menargetkan pengurangan waktu tunggu farmasi melalui penataan alur kerja, digitalisasi proses resep, dan penjadwalan ulang pengisian stok. Sedangkan untuk PPI, rumah sakit akan memperketat audit harian kebersihan, menambah sesi pelatihan, serta memperkuat pengawasan penggunaan APD.
Sidak ini mendapat respons positif dari staf medis yang mengapresiasi perhatian langsung direksi terhadap masalah operasional sehari-hari. Manajemen berharap tindakan ini akan meningkatkan mutu layanan, menurunkan insiden terkait infeksi nosokomial, dan mempercepat proses klinis demi kepuasan pasien.
Dengan langkah-langkah yang diarahkan pada efisiensi farmasi dan keamanan infeksi, RSUP Kandou berupaya memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan di Sulawesi Utara—tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga tata kelola pelayanan yang aman, cepat, dan akuntabel.(ite)


Tinggalkan Balasan