TOMOHON — Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk, S.H., menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Tomohon dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia terkait penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukungnya.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tomohon, Jumat (14/8/2026), dan dipimpin Ketua DPRD Kota Tomohon Drs. Johnny Runtuwene, D.E.A., didampingi Wakil Ketua Donald Pondaag dan Wakil Ketua Jefri Polii, S.I.K.
Dalam rapat tersebut, jajaran Pemerintah Kota Tomohon bersama pimpinan dan anggota DPRD mengikuti secara langsung penyampaian pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan yang berlangsung di Gedung Nusantara, Jakarta.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa RAPBN 2027 akan diarahkan pada delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Kebijakan tersebut dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“RAPBN tahun 2027 kita fokuskan untuk delapan Program Kerja Prioritas Nasional atau PKPN,” ujar Presiden Prabowo.
Delapan prioritas tersebut meliputi kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana; penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa; serta penurunan kemiskinan.
Presiden menjelaskan, berbagai prioritas itu juga akan diperkuat melalui peningkatan pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, serta diplomasi ekonomi.
“Arsitektur RAPBN tahun 2027 didesain tetap ekspansif secara kolaboratif, terarah, dan terukur untuk mendorong ‘Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Sejahtera Lebih Cepat’,” kata Prabowo.
Dalam RAPBN 2027, Belanja Negara direncanakan mencapai Rp4.097,2 triliun, meningkat dibandingkan APBN 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun. Sementara Pendapatan Negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun pada APBN 2026.
Pembiayaan RAPBN 2027 direncanakan sebesar Rp671,2 triliun dengan defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2027 mencapai 6 persen.
Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah menetapkan sejumlah sasaran kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan ditargetkan turun menjadi 6,0–6,5 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka ditargetkan berada pada rentang 4,30–4,87 persen.
Rasio Gini juga ditargetkan membaik menjadi 0,362–0,367, sedangkan Indeks Modal Manusia ditargetkan meningkat menjadi 0,575.
Presiden menegaskan, berbagai sasaran tersebut akan didukung melalui reformasi fiskal yang holistik dan konsisten, termasuk optimalisasi pendapatan negara, meminimalkan kebocoran penerimaan, serta melanjutkan efisiensi belanja.
“Perlindungan sosial didorong semakin tepat sasaran, serta pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan terus dikembangkan,” ujar Presiden.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara, melainkan instrumen penting untuk melindungi rakyat, memperkuat bangsa, serta mewujudkan cita-cita kemerdekaan.
“Setiap rupiah yang dikumpulkan negara harus kembali menjadi harapan bagi rakyat,” tegas Presiden.
Rapat Paripurna DPRD Kota Tomohon turut dihadiri Anggota DPRD Kota Tomohon, Kapolres Tomohon AKBP Novrial Alberti Kombo, S.I.K., M.A.P., Pabung Tomohon Mayor Cba Robby Rengkung, mewakili Kajari Tomohon Kasi Datun Agung Nugroho, jajaran Pemerintah Kota Tomohon, serta insan pers.

Tinggalkan Balasan