MANADO-Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Badan Takmir Masjid Raya Ahmad Yani berlangsung meriah dan melampaui ekspektasi.

Kegiatan bertema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dalam Semangat Torang Samua Basudara Mewujudkan Sulut yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan” digelar Selasa, 25 Agustus 2026 di Masjid Raya Ahmad Yani Manado dan dihadiri sekitar 1.500 jemaah — jauh melampaui prediksi awal panitia yang hanya memperkirakan 500 orang.

Ketua Panitia Lukman Lapadengan, SE, MSI, didampingi Sekretaris Rilia Gobel, menyatakan rasa syukur atas antusiasme masyarakat. “Alhamdulillah, jemaah yang hadir membludak. Ini bukti semangat umat dalam meneladani akhlak Nabi. Kami juga isi dengan aksi nyata agar manfaatnya langsung dirasakan,” kata Lukman.

Wakil Gubernur Sulut Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, hadir sebagai tamu kehormatan dan menjadi daya tarik acara. Wagub datang bersama Bara Prima, Ketua Literasi Sulut, yang aktif mendukung rangkaian kegiatan sosial selama peringatan Maulid.

Bara Prima menegaskan literasi sebagai wujud kepedulian sosial: “Ini wujud nyata, Literasi bukan hanya soal membaca, tapi juga peduli sesama. Kami mendukung penuh kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.”

Selain pengajian dan tausiyah, Pemprov Sulut menyelenggarakan sejumlah layanan bagi jemaah dan masyarakat umum, antara lain pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian kacamata gratis, Gerakan Pangan Murah dengan harga terjangkau, serta program Keringanan Merdeka untuk Pajak Ranmor Sulut yang berlaku 3 Agustus–30 September 2026.

Layanan-layanan itu dirancang agar peringatan keagamaan memberi dampak sosial-ekonomi langsung.

Panitia mengungkapkan acara bisa sukses meski persiapan hanya berlangsung tiga hari. Keberhasilan ini dinilai sebagai buah kerjasama antara pemerintah provinsi, pengurus masjid, dan komunitas pendukung.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu tertibnya pelaksanaan, dari mobilisasi jemaah hingga pengaturan protokol kesehatan dan pelayanan publik di lokasi.

Kegiatan yang diwarnai kebersamaan dan aksi sosial itu diharapkan memberi momentum penguatan nilai-nilai akhlak Nabi Muhammad SAW sekaligus mendorong upaya kolektif mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.(ite)