Pengusaha Rugi, 6 Ritel Raksasa Tutup, Ada Nama Giant, Matahari, Centro

LIPUTAN15.COM–Pengusaha rugi banyak gulung tikar selama masa pandemi Covid-19. Usaha yang mereka bangun merugi.

Kerugian diakibatkan kebijakan pemerintah yang melakukan pembatasan jam operasional, penutupan mall, pelarangan anak-anak dan Lansia, ketakutan customer yang datang.

Semua itu berdampak pada kunjungan customer yang berkurang. Sehingga untuk menutup kerugian itu, salah satunya menutup sebagai ritel di Indonesia. Bahkan ada yang menutup semua.

Direktur Utama PT Hero Supermarket Tbk Patrik Lindvall menyebut perusahaan akan memfokuskan bisnis ke merek dagang lain yang memiliki potensi bertumbuh lebih tinggi, seperti IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.

Sebelum memutuskan untuk menutup semua gerai Giant, Hero sudah mulai menutup geras satu per satu.

Berikut 6 ritel yang menutup gerai sebagian hingga semuanya selama pandemi corona dilansir CNNIndonesia.com.

1. Giant

Supermarket Giant menutup beberapa gerai dalam satu tahun terakhir. Penutupan dilakukan karena tekanan dari pandemi covid-19.

Pada awal 2021, ada tiga gerai yang ditutup perusahaan. Ketiganya adalah Giant Ekstra di Margo City Depok, Giant Mayasari Plaza, Tasikmalaya dan Giant Kalibata. Akhirnya perusahaan memutuskan untuk menutup semua gerai Giant pada Juli ini.

2. Matahari Department Store

PT Matahadari Department Store memutuskan untuk menutup 25 gerai pada 2020. Beberapa gerai yang ditutup, antara lain Lippo PLZ Mal Yogja, Lippo Mal Kuta, Keboen Raya BGR, Lippo PLZ Mal Gresik, Mayofield TC KWG, dan GTC TC Makassar.

Penutupan gerai sejalan dengan kinerja perusahaan yang memburuk di tengah pandemi virus corona. Tercatat, penjualan kotor Matahari Department Store sepanjang 2020 sebesar Rp8,59 triliun, anjlok 52,3 persen dari posisi 2019 yang sebesar Rp18,03 triliun.

Alhasil, perusahaan merugi hingga Rp823 miliar tahun lalu. Angka itu berbanding terbalik dari posisi 2019 yang masih mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,36 triliun

Tahun ini, manajemen berencana menutup enam gerai tahun ini. Enam gerai tersebut bagian dari 23 gerai yang masuk dalam pengawasan kinerja.

Sejauh ini, Matahari Department Store sedang memantau kinerja 17 gerai lainnya secara ketat. Secara total, Matahari Department Store memiliki 147 gerai hingga akhir 2020.

3. Golden Truly

Pusat perbelanjaan Golden Truly resmi menutup operasionalnya pada 1 Desember 2020 lalu. Manajemen mengubah model bisnisnya menjadi serba daring (online).

Dengan keputusan ini, maka gedung bekas Golden Truly yang berlokasi di Jalan Gunung Sahari nomor 59, Jakarta Pusat ini akan dikelola oleh pengembang baru.

4. Gramedia

Manajemen PT Gramedia Asri Media, pemilik toko buku Gramedia memutuskan tak memperpanjang masa sewa di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat yang habis pada Oktober 2020. Gerai tersebut telah beroperasi sekitar 15 tahun.

Perusahaan sengaja tak memperpanjang kontrak lantaran terdapat beberapa gerai di dekat Mal Taman Anggrek, yakni gerai di Mal Ciputra dan Mal Central Park (CP).
Selain itu, jumlah kunjungan pelanggan ke Gramedia Mal Taman Anggrek yang terus menurun juga menjadi pertimbangan manajemen untuk menutup gerai di mal tersebut.

Centro Department Store

Manajemen Centro Department Store dikabarkan menutup dua gerainya baru-baru ini. Pertama, gerai yang berada di Plaza Ambarukmo. Jaringan ritel ini tutup setelah melayani masyarakat Yogyakarta selama 15 tahun sejak Plaza Ambarrukmo berdiri. Kedua, Centro Department Bintaro Xchange, Tangerang Selatan, Banten yang dikabarkan akan menyusul tutup. 

6. Kinokuniya

Toko buku Kinokuniya di Plaza Senayan tutup permanen mulai 1 April 2021 lalu. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh akun resmi Instagram @Kinokuniya_id.

Sebelumnya, gerai Kinokuniya di Pondok Indah Mall 2 juga sudah ditutup sejak 2018. Dengan demikian, gerai hanya tinggal di mal Grand Indonesia.

 Toko Buku Kinokuniya Plaza Senayan Tutup Per 1 April

“Kinokuniya Plaza Senayan terakhir beroperasi pada 31 Maret 2021. Kami berterima kasih atas dukungan dan kesetiaan anda terutama selama pandemi,” tulis pesan tersebut.

Mereka fokus melakukan penjualan buku secara daring lewat situs resminya kinokuniya.co.id maupun melalui platform market place seperti Blibli, Shopee dan Tokopedia.

“Kami akan tetap melayani Anda di store Kinokuniya Grand Indonesia dan gerai resmi kami di marketplace,” jelas manajemen. (CNNIndonesia)

Pos terkait

YcV7F1.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *