BAGI warga Minsel khususnya mereka yang tinggal di seputaran Kecamatan Tumpaan dan Amurang Raya sudah tak asing lagi dengan kuliner yang satu ini.


 

Berdiri sejak tahun 1990, kuliner ini sudah menjadi icon tersendiri bagi kabupaten Berdikari Cepat ini. Bukan hanya bagi waraga Minsel saja, kelezatan Mie Ayub sudah kesohor sampai ke seluruh wilayah Sulawesi Utara.

Norma Mamoto kepada wartawan menuturkan kuliner asli Minsel ini didirikannya bersama dengan sang suaminya, Ayub Lopulalan. “Itulah mengapa nama usaha kami dinamakan Mie Ayub diambil dari nama suami saya,” tuturnya.

Ia menambahkan dulunya rumah makan ini hanya berupa gubuk bambu dengan dinding dari katu. Namun lamabat laun, perlahan namun pasti usaha ini terus berkembang dan oleh pemilik rumah makan merenovasi usahanya sehingga nampak seperti sekarang ini.

Seperti namanya, usaha ini hanya menjual dua jenis masakan saja yakni mie kua dan mie goreng. Harga per porsinya bisa dijangkau siapa saja yakni Rp 15 ribu.

Karena harganya yang super murah ini, Mie Ayub yang dibuka sejak pukul 4 sore sampai 9 malam ini ramai diserbu pelangganya. “Namun sering juga kami tutup lebih awal karena banyak yang beli sehinga kehabisan stok,” katanya.

Norma saat ini mengelolah Mie Ayub bersama dengan Hanna Mamoto yang merupakan kakaknya dan Adolof Mamoto (anak). “Kalau suami saya sudah meninggal beberapa tahun lalu dan sekarang ini menjadi usaha bersama keluarga,” katanya lagi.

Pelanggan Mie Ayub datang dari berbagai macam latar belakang dan profesi. Mulai dari masyarakat biasa, sampai pengusaha dan tentunya pejabat.

Bupati Minsel, Christiany Eugenia Paruntu sering juga mampir ke tempat ini. Mie Ayub merupakan kuliner andalan dari bupati wanita ini.

Bagi Anda yang ingin mencicipi kelezatan Mie Ayub silakan mampir di alamat Desa Tumpaan, Kecamatan Tumpaan tepat di Jalan Trans Sulawesi atau di sekitar Gereja GMIM Alfa Omega Tumpaan.