LIPUTAN15.COM–Selama piala dunia 2018 perempuan Rusia dilarang bercinta dengan pria non-kulit putih. Peringatan itu disampaikan Politikus Rusia Tamara Pletnyova.

Hal ini dilakukannya agar perempuan Rusia ini tak hamil dan ditinggalkan dengan anak-anak ras campuran.

Anggota parlemen komunis tersebut mengatakan, hubungan seksual bebas ini adalah hal yang biasa selama Piala Dunia. Hal ini biasa terjadi ketika puluhan ribu penggemar sepak bola dari seluruh dunia akan membanjiri Moskow dan kota lain yang menjadi tuan rumah pertandingan. “Akan ada perempuan yang bertemu pria, dan mereka akan melahirkan,” ucap Pletnyova.

“Mungkin mereka akan menikah, mungkin tidak. Tapi anak-anak akan menderita, sama seperti mereka menderita di tahun 1980.”

Dia mengungkapkan,  perempuan Rusia yang menjadi ibu tunggal dari anak ras campuran berpotensi menghadapi diskriminasi.

Anak-anak ras campuran ini dikenal sebagai anak-anak Olimpiade. Istilah ini digunakan pada masa Uni Soviet setelah masa Olimpiade musim panas di Moskow pada 1980.

Anak-anak olimpiade ini digambarkan sebagai anak bukan kulit putih yang lahir dari perempuan Rusia setelah berhubungan dengan pria Amerika Latin, Afrika, dan Asia.

Kontrasepsi tidak tersedia luas di negara Vladimir Putin ini. Dan sampai saat itu ada banyak laporan tentang anak-anak yang menghadapi diskriminasi.  “Anak-anak ras campuran ini menderita sejak zaman Soviet. Tak masalah jika mereka berasal dari ras yang sama, tapi tak akan sama jika mereka berasal dari ras berbeda,” kata Petnyova saat bicara di radio Govorit Moskva dikutip dari Hollywood Reporter.

“Saya bukan seorang nasionalis, tapi saya tahu kalau anak-anak itu menderita. Mereka ditinggalkan begitu saja. Mereka tinggal di sini bersama ibunya.”

Hanya saja menanggapi pernyataan Pletnyova tersebut, juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan, perempuan Rusia bisa mengambil keputusannya sendiri. “Perempuan Rusia bisa menangani masalahnya sendiri,”  kepada wartawan dikutip dari Washington Post dan dikutip lagi CNNIndonesia.com.”Mereka adalah perempuan terbaik di dunia.” ungkapnya.