LIPUTAN15.COM -Tim Densus 88 menangkap terduga teroris di malam takbiran. Terduga teroris berinisial Z yang tinggal bersama mertuanya di Dusun Serangan, Desa Bulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, disebut jarang bersosialisasi dengan warga.

Z juga disebut jarang keluar rumah. Hal ini disampaikan Ketua RT 001, Dusun Serangan, Desa Bulukan, Hartono, kepada wartawan di lokasi penangkapan, Kamis ( 14/6). “Iya, jarang bertemu warga,” kata Hartono. Seperti dikutip dari Kompas.com

Hartono mengatakan, Z sudah resmi menjadi warga Desa Bulukan. Sebelum menikahi warga Desa Bulukan, Z disebut tinggal di Cirebon, Jawa Barat.

Suparno, tetangga lainnya mengatakan, warga mengetahui Tim Densus 88 menangkap Z setelah mendengar letusan senjata api. “Suaranya dor…dor…jadi saya langsung keluar dari rumah,” kata Suparno.

Suparno menyebut, saat keluar dari rumah ia menyaksikan kakak ipar Z yang berinsial I, terluka. Diduga, I mengalami luka setelah tim gabungan hendak menangkap Z.

Suparno juga mengamini Z jarang bergaul dengan warga. Z tinggal di Serangan setelah menikahi wanita setempat. “Orangnya jarang bicara. Kalau keluarganya seperti warga lainnya,” ungkap Suparno.

Sebelumnya diberitakan, Tim Densus 88 menangkap seorang terduga teroris di Serangan, Kelurahan Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (14/6) malam ini, bertepatan dengan malam takbiran.