LIPUTAN15.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pekanbaru, Riau diserang dan diberondong peluru oleh orang tidak dikenal.
Pihak Lapas Kelas II A Pekanbaru, Riau, melakukan pemeriksaan rekaman kamera CCTV setelah terjadi penembakan di lapas tersebut.

“Ada dua CCTV di luar sudah kita periksa, tetapi tidak ada kamera yang mengarah ke halaman depan (lokasi kejadian), cuma mengarah ke pintu masuk,” kata Kepala Lapas Pekanbaru Yulius Sahruza, Minggu (8/7). Seperti dilansir CNNIndonesia.com

Selain itu, pihak lapas akan memeriksa rekaman kamera CCTV yang ada di toko-toko depan lapas untuk menyelidiki penembakan yang diduga dilakukan orang tak dikenal tersebut.

Sejauh ini, kata Yulius, belum ditemukan petunjuk mengenai pelaku penembakan. Pihaknya juga sedang mendalami keterkaitan penembakan dengan penangkapan satu orang penyelundupan sabu-sabu ke dalam Lapas Pekanbaru.

“Sore hari sebelumnya memang ditangkap satu orang pelaku penyelundup narkoba ke dalam Lapas, tetapi ada atau tidak kaitannya sedang diselidiki,” ujar Yulius.

Selain itu, pihak lapas mendalami ada tidaknya kaitan peristiwa itu dengan pemindahan satu orang narapidana dari Lapas Kelas II B Rengat ke Lapas Pekanbaru dua hari sebelumnya.

“Napi yang dipindahkan ini kasus narkoba berinisial A. Tahun 2014 yang bersangkutan pernah membebaskan diri dari Lapas Rengat dengan cara melawan petugas. Namun, hal ini juga masih didalami,” kata Yulius.

Untuk mengungkap kasus penembakan tersebut, pihak Lapas Pekanbaru bekerja sama dengan petugas Polresta Pekanbaru dan petugas Polsek Bukit Raya.

Kalapas Pekanbaru Yulius menyampaikan, pada saat terjadinya penembakan beruntun, ada 16 petugas sedang berjaga. Namun, tidak ada petugas yang berada di luar Lapas.

“Semuanya ada di dalam saat itu. Pas ada ledakan dicek keluar karena dikira travo listrik meledak. Tapi tidak ada kelihatan. Jalanan juga sepi dan petugas masuk lagi ke dalam,” ungkap Yulius.

Pukul 07.15 WIB, kata dia, petugas melihat ada kaca yang bolong dan dinding berlobang seperti ada tembakan.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ada 5 kali tembakan yang mengenai dinding, jendela, plafon dan menembus satu kaca.

Petugas menemukan dua selongsong peluru serta pecahan proyektil. “Barang bukti sudah diserahkan ke pihak kepolisian,” ujar Yulius.

Sementara itu, kerugian materi yang diakibatkan dari penembakan tersebut belum dihitung.

Sebelumnya, Lapas Kelas II A Pekanbaru ditembaki orang tak dikenal, Minggu (8/7/2018) pukul 03.00 WIB. Tembakan tersebut mengenai dinding, jendela, kaca dan plafon.

Untuk menyelidiki kasus ini, pihak kepolisian telah meminta keterangan 4 orang saksi yang merupakan pegawai Lapas Pekanbaru. Adapun barang bukti yang diamankan polisi berupa 2 selongsong peluru dan 1 pecahan timah panas.