LIPUTAN15.COM–Mall terbesar di dunia akan dibangun di kawasan Dubai Creek Harbour. Kawasan ini juga menjadi tempat bagi Chinatown terbesar di Timur Tengah. Seperti dilansir Kompas.com

Mal yang akan dinamai Dubai Square ini merupakan proyek jumbo yang menghabiskan dana hingga 2 miliar dollar AS atau ekuivalen Rp 29,3 triliun.

Pusat belanja ini akan menjadi ruang ritel terbesar di dunia dengan luas lebih dari 7,4 juta meter persegi atau sama dengan luas 100 lapangan sepak bola.

Dibandingkan dengan Dubai Mall yang menjadi ruang ritel terbesar kedua di dunia saat ini, Dubai Square akan hadir dengan luas dua kali lipatnya.

Lantai dasar nantinya akan menjadi ruang pertunjukan selebriti, ruang konser, dan pertunjukan teater. Ruang ini dilengkapi dengan arena hiburan yang futuristik.

Tempat ini juga akan menyediakan ruang keluarga berupa bioskop, taman air, arena olahraga, dan supermarket. Tapi satu yang paling menakjubkan adalah penerapan teknologi dalam setiap aspek berbelanja.
Mengadopsi gaya “omnichannel”.
Gaya ruang ritel “omnichannel” menghubungkan toko fisik dengan platform digital. Sehingga pengunjung dapat melakukan pembelian melalui gawai dan desktop.

Pengalaman berbelanja ini nantinya juga akan ditunjang dengan aplikasi khusus, aplikasi pemindaian barcode, dan identifikasi frekuensi radio (teknologi ini biasanya digunakan untuk inventaris dan kasir).

Dengan masifnya penggunaan teknologi dalam mall ini, Emar Properties, selaku pengembang Dubai Square, mengakui bahwa target utamanya memang kalangan muda milenial dan melek teknologi.

Hal ini didasari oleh jumlah penduduk Timur Tengah yang separuhnya berusia di bawah 25 tahun. Bahkan banyak di antaranya merupakan profesional muda yang berkecukupan, sehingga akan meghadirkan pasar yang besar.

Ekspansi ritel Dubai yang sangat agresif memang berbeda dengan negara lain di seluruh dunia.
Namun pada tahun 2017, Euromonitor International melaporkan bahwa tingkat pertumbuhan tahunan untuk penjualan ritel di Dubai turun secara signifikan, yakni sebesar 1,4 persen dibandingkan tahun 2016 yang sebesar 6,5 persen.

Meski begitu, tahun ini tingkat pertumbuhan penjualan ritel di Dubai diprediksi akan naik mencapai 5,1 persen.

Meski pasar ritel berada di bawah tekanan, namun para ahli mengatakan bahwa sektor ini masih menjanjikan.

Terutama bila didukung oleh sektor perhotelan yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung di sekitar Dubai World Expo 2020. (end)