LIPUTAN15.COM –Gempa di Lombok, NTB menewaskan 91 orang dan 209 mengalami luka-luka. Hal ini diungkapkan Badan Nasional Penanggulangan, Minggu (5/8).

“Sampai siang ini 91 orang meninggal dunia, 209 luka-luka, ribuan rumah rusak, ribuan warga masih mengungsi. Ini data sementara, dan bisa terus bertambah,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, di Graha BNPB, Jakarta, Senin (6/8). Seperti dilansir CNNIndones.com

Menurutnya, hampir sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Wilayah yang terdampak paling parah akibat gempa adalah Kabupaten Lombok Utara, NTB.

Wilayah ini menyumbang sebanyak 72 orang korban meninggal dunia dan 64 orang luka-luka.  Untuk korban meninggal dunia semuanya merupakan warga negara Indonesia. BNPB masih belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai jumlah korban dari wisawatan asing atau warga negara asing.

“Sampai saat ini belum mendapatkan korban wisata asing atau WNA di wilayah Bali atau NTB. Pendataan masih dilakukan,” kata Sutopo.

Sejauh ini, BNPB juga mencatat warga yang mengungsi akibat gempa mencapai 20 ribu jiwa. Jumlah yang besar ini karena masih ada sisa pengungsi korban gempa NTB pada 29 Juli.

“Kebutuhan mendesak saat ini, tenaga medis, obat-obatan, makanan siap saji banyak sekali, makanan balita, tenda pengungsian baik bersama-sama dan tenda pengungsian tingkat keluarga,” kata Sutopo.

Sutopo juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengevakuasi 200 wisatawan asing dari Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno, di kawasan Lombok, NTB, hingga Senin (6/8) siang.

Evakuasi, katanya, dilakukan dengan menggunakan perahu karet. Air laut yang surut disebutnya pula menyulitkan evakuasi. “Karena air laut surut, lalu disambung oleh kapal dari tim SAR dan Basarnas,” ujarnya.

Sisanya, kata Sutopo, terdapat 700 wisatawan asing dan domestik yang masih dalam proses evakuasi dari tiga pulau di NTB itu.
“Masih ada 700 wisatawan domestik dan asing yang kita masih dalam proses evakuasi,” kata dia.

Sutopo juga mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan soal korban jiwa maupun korban luka-luka dari kawasan tersebut.

Ia hanya menjelaskan bahwa kondisi infrastruktur dan penginapan berupa hotel maupun resort di tiga pulau tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.
“Listrik masih padam, jembatan rusak ada 3, jembatan tampes Air bersih PDAM terkendala, PDAM rusak. Air juga kondisi kuning, tidak dapat dikonsumsi,” ungkapnya.
Gempa berkekuatan 7 SR mengguncang NTB, Minggu (5/8). Setalahnya, ada sebanyak 132 gempa susulan hingga Senin (6/8) siang. Sebelumnya, korban tewas baru diketahui mencapai 82 orang.(end)