Sangihe, Liputan15.com – Guna mengentaskan kemiskinan dan menunjang perekonomian masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe akan memberikan bantuan, sebanyak 43 unit armada bagi kelompok nelayan.
Hal ini dikatakan Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Marthin Pudihang, ketika dikonfirmasi terkait bantuan nelayan di Tahun 2019.
Dia membeber, bantuan nelayan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kelautan Perikanan.
“Jadi usulan bantuan untuk nelayan kita bersumber dari DAK, yang pertama pembangunan armada pamboat sebanyak 30 unit dan armada Pamo hendlaine 13 unit,” bebernya. “Untuk pembangunan armada ini sementara berjalan dengan lokasi pembangunan di Kelurahan Apengsembeka untuk pamboat. Sedangkan untuk Pamo helaine dibangun di dua lokasi yakni di Kampung Para dan di Kampung Dagho,” ungkap Pudihang.
Pudihang menjelaskan, selain bantuan pamboat dan pamo hendlaine, juga ada bantuan ke kelompok nelayan yang bersumber dari dana alokasi khusus.
“Juga ada bantuan ikan nila bagi kelompok budidaya ikan air tawar dan coolbox, bagi kelompok- kelompok nelayan yang ada di Kabupaten Sangihe yang bersumber dari DAK,” ujarnya.
Disentil besaran anggaran untuk bantuan bagi kelompok nelayan tahun 2019 ini serta waktu selesai pelaksanaan, Pudihang mengatakan total anggaran untuk DAK sebesar Rp 3,6 miliar.
“Untuk paket pamboat dan pamo 150 hari kerja. Tanggal kontrak berakhir di tanggal 3 Desember 2019 dan penyerahan akan dilakukan pada akhir tahun. Memang prosesnya agak terlambat, lantaran proses tendernya mengalami keterlambatan,” tutupnya. (Arno)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan