BOLMONG- Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) baru-baru ini menggelar kegiatan edukatif yang menarik perhatian banyak kalangan, yaitu KNPI Goes To School. Kegiatan ini mengangkat tema ‘Merdeka Belajar Bersama KNPI’dan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada tanggal 24 dan 25 Juli 2023. Tempat pelaksanaannya pun berlangsung di dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMKS) Yadika Kopandakan dan SMA Negeri 1 Bolaang.
Ketua Panitia, Subagio Manggopa, menyatakan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Satuan Pendidikan (Satpen) SMK dan SMA di seluruh Kabupaten Bolaang Mongondow yang bekerjasama dengan Cabang Dinas Pendidikan Bolmong Provinsi Sulawesi Utara. “Semua satpen telah hadir, dan sebelumnya kita telah berkoordinasi dengan cabang dinas,” ucap Subagio dengan semangat.
KNPI Goes To School menghadirkan para pengurus dan Pembina OSIS untuk memberikan materi tentang manajemen organisasi dan kepemimpinan. “Kami memberikan sosialisasi yang komprehensif tentang bagaimana membangun organisasi yang solid dan mengembangkan kepemimpinan yang tangguh bagi para pelajar,” terangnya.
Ketua DPD KNPI Bolmong Feramitha Tiffani Mokodompit SM MBA menegaskan bahwa KNPI Goes To School adalah salah satu program prioritas KNPI dalam mendukung agenda pemerintah daerah untuk membentuk karakter dan sumber daya manusia yang berkualitas. “GTS merupakan tonggak penting untuk memastikan kelangsungan generasi masa depan bangsa yang berkualitas,” kata Mitha dengan tegas.
Mitha juga menambahkan bahwa ke depannya, program ini tidak hanya akan berfokus pada pengurus OSIS di jenjang SMA dan SMK, tetapi KNPI berencana akan turun langsung ke setiap jenjang pendidikan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow. “Kita berkomitmen untuk menjadikan agenda kunjungan ke sekolah-sekolah di Bolmong sebagai langkah nyata mendukung kemajuan pendidikan di daerah ini,” imbuhnya.
Tak hanya memberikan sosialisasi tentang organisasi dan kepemimpinan, KNPI Goes To School juga memberikan bantuan berupa buku bacaan (literasi) kepada sejumlah siswa. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca siswa dan mendorong mereka untuk lebih aktif dalam berpartisipasi dalam kegiatan organisasi di sekolah. (toms)


Tinggalkan Balasan