PLN– PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya memperkuat pasar karbon global dengan menjalin kerja sama strategis bersama Pemerintah Norwegia melalui Global Green Growth Institute (GGGI) dan perusahaan Jepang, Carbon Ex Inc., di forum Seller Meets Buyer Pavilion Indonesia pada Conference of the Parties ke-30 (COP30) yang berlangsung di Belém, Brasil.

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari upaya Indonesia memperkuat kontribusi pengurangan emisi gas rumah kaca di tingkat global, sejalan dengan Pasal 6 Paris Agreement.

“Momentum ini membuktikan kemampuan Indonesia dalam memimpin implementasi perdagangan karbon yang kredibel dan berintegritas,” ujarnya.

Direktur Teknologi, Engineering dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi, memaparkan bahwa PLN dan Pemerintah mengambil peran sebagai katalis dan akselerator pasar karbon lintas negara demi mempercepat transisi energi bersih.

PLN berkomitmen mencapai Net Zero Emissions pada 2060, sejalan dengan target nasional.Evy menambahkan bahwa Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 menargetkan kapasitas pembangkit baru sebesar 69,5 GW, mayoritas berasal dari energi baru terbarukan dan penyimpanan energi.

“Ini membuka peluang besar bagi pengembangan energi hijau yang masif dan berkelanjutan,” jelasnya.

PLN menawarkan dua produk utama berbasis atribut hijau: Unit Karbon yang memungkinkan perusahaan mengimbangi emisi melalui proyek bersertifikasi, serta Renewable Energy Certificate (REC) yang memberikan akses listrik bersih secara resmi dan transparan.

Dengan produk ini, pelaku usaha dapat merancang strategi efektif menuju target dekarbonisasi jangka panjang.Selain itu, PLN membuka peluang forward offtake untuk tiga proyek bersertifikasi Gold Standard yang mampu menurunkan sekitar 1,5 juta ton emisi CO2 ekuivalen, antara lain PLTS ground-mounted berkapasitas 50 MW di Ibu Kota Nusantara.

“Inisiatif ini menjadi bagian dari transformasi sektor ketenagalistrikan Indonesia menuju ekosistem energi berdaya saing sekaligus mendukung target keberlanjutan global dengan nyata,” tutup Evy.(*)

Sumber: PLN
Editor: Yolister Karame