MANADO— RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado menggelar orientasi pendidikan dan pelatihan intensif bagi mahasiswa Program Studi D-3 Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo, Senin (11/5/2026).

Kegiatan bertajuk Basic Human Development (BHD), PMKP, PPI, K3RS, dan Pelayanan Prima ini menekankan keterampilan praktis dan kepatuhan terhadap standar rumah sakit sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Pembukaan dilakukan Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, M.Kes, di Auditorium lantai 2. Pelatihan berlangsung 11–13 Mei dan 18–19 Mei 2026, dimulai pukul 08.00 WITA hingga selesai, dan dirancang agar peserta mendapat kombinasi materi teori serta praktik lapangan sesuai prosedur rumah sakit.

Berbeda dari orientasi akademik biasa, angle peliputan ini menyoroti upaya rumah sakit menghubungkan kompetensi gizi dengan jaminan mutu layanan pasien.

Prof. Starry menekankan bahwa mahasiswa gizi nantinya akan langsung bersentuhan dengan pasien, sehingga penguasaan aspek penyajian, penyimpanan, dan higienitas makanan menjadi bagian dari quality control layanan gizi rumah sakit. “Kompetensi yang dimiliki sangat menentukan quality control dalam pelayanan gizi rumah sakit,” ujarnya.

Pelatihan juga memuat modul keselamatan dan mutu pelayanan (PMKP), pencegahan infeksi (PPI), keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit (K3RS), serta pelatihan pelayanan prima yang menekankan budaya 5S: senyum, sapa, salam, sopan, dan santun.

Pendekatan ini dimaksudkan untuk membentuk tenaga gizi yang tidak hanya ahli secara teknis tetapi juga profesional dalam interaksi pasien dan tim kesehatan.
Kurikulum praktik menitikberatkan pada standar operasional penyiapan makanan pasien — mulai perencanaan menu sesuai kebutuhan gizi, teknik penyimpanan aman, hingga tata cara distribusi makanan di ruang perawatan — semua diselaraskan dengan regulasi kesehatan dan protokol RSUP Kandou.

Pembelajaran dipandu tim pengajar rumah sakit yang berkompeten, dengan simulasi kasus klinis dan demonstrasi teknis untuk mengasah keterampilan aplikatif mahasiswa.

Direktur Utama menegaskan komitmen rumah sakit memberikan pembelajaran berkualitas agar lulusan siap bekerja dan mampu menjaga mutu layanan pasien. Pernyataan itu menegaskan peran institusi rujukan seperti RSUP Kandou dalam membentuk sumber daya kesehatan yang kompeten, sekaligus menjadi jembatan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan layanan kesehatan di fasilitas tingkat lanjutan.

Dengan pendekatan praktik berstandar rumah sakit, program ini diharapkan memperkecil kesenjangan antara teori akademik dan praktik profesional di lapangan, meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa gizi, serta mendukung penyelenggaraan pelayanan gizi yang aman dan bermutu bagi pasien.(ite)