POHUWATO- Di bawah langit Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, fajar baru saja menyingsing. Bagi para petani di Desa Suka Damai, suara alam di pagi hari adalah alarm untuk memulai perjuangan.
Dengan cangkul di bahu dan tekad yang kuat, mereka melangkah menuju hamparan lahan yang menjadi tumpuan hidup. Namun, selama bertahun-tahun, langkah mereka sering kali terhambat oleh kondisi alam yang tak ramah.
Setiap kali musim penghujan tiba, jalan setapak yang menjadi urat nadi distribusi hasil bumi berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan berbahaya. Ongkos angkut jagung, kelapa, hingga kakao melonjak karena kendaraan pelat roda dua maupun roda empat kesulitan menjangkau area pertanian. Produktivitas pun seolah terbelenggu oleh keterbatasan infrastruktur.
Namun, kini cerita itu mulai berganti. Harapan yang dulu sempat surut, kembali merekah seiring dengan hadirnya Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PLN. Melalui inisiatif pembangunan Jalan Usaha Tani, PLN hadir tidak hanya untuk menerangi rumah-rumah warga, tetapi juga membentangkan jalan menuju kesejahteraan ekonomi yang lebih baik.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, menyampaikan bahwa bantuan ini adalah manifestasi dari komitmen PLN dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan hingga ke pelosok desa.
“Kami percaya bahwa kemajuan sebuah daerah dimulai dari penguatan ekonomi masyarakat desanya. Pembangunan Jalan Usaha Tani di Desa Suka Damai ini bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, melainkan membuka akses terhadap kesempatan ekonomi yang jauh lebih luas. Kami ingin memastikan kehadiran PLN dapat dirasakan langsung manfaatnya, membantu petani memangkas biaya operasional, dan mempercepat distribusi hasil bumi ke pasar,” ungkap Usman.
Usman menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi PLN untuk memberikan kontribusi nyata yang melampaui core bisnis kelistrikan.
“Listrik adalah energi yang menggerakkan kehidupan, namun infrastruktur yang layak adalah penggerak roda perekonomian. Kami berharap jalan baru ini menjadi jembatan bagi para petani di Lemito menuju masa depan yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi,” tambahnya.
Kehadiran akses jalan yang kini jauh lebih kokoh dan mudah dilalui disambut haru oleh warga setempat. Kepala Desa Suka Damai, Yusuf Abubakar Mohi, tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya saat melihat langsung aktivitas warganya yang kini jauh lebih lancar.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN atas bantuan pembangunan Jalan Usaha Tani ini. Dimana bantuan ini sangat mempermudah akses pertanian dalam hal pengangkutan hasil-hasil pertanian seperti jagung, kelapa, dan cacao. Rata-rata di sini ketika aksesnya agak sulit maka mempengaruhi biaya pengangkutan, sehingga dengan adanya jalan tani ini sangat membantu dan memberikan dampak positif yang luar biasa bagi para petani,” ungkap Yusuf.
Kini, kendaraan pengangkut hasil tani dapat masuk langsung hingga ke dekat area perkebunan. Efisiensi waktu dan terpangkasnya biaya transportasi memberikan ruang bernapas lebih lega bagi para petani untuk menikmati hasil keringat mereka secara utuh.
Pembangunan Jalan Usaha Tani ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi yang tepat sasaran dapat menciptakan perubahan sosial yang masif. PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia daya, tetapi juga sebagai mitra setia masyarakat dalam merajut kesejahteraan.
Setapak demi setapak, jalan yang dulunya menjadi penghambat kini telah bertransformasi menjadi penghubung. Penghubung antara kerja keras di ladang dengan kesejahteraan di rumah, serta antara hari ini dan masa depan yang lebih cerah bagi seluruh masyarakat Desa Suka Damai.


Tinggalkan Balasan