Minahasa Utara — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Minahasa Utara resmi meluncurkan program Kolam Ikan Jurnalis sebagai Pilot Project Nasional pada Senin (29/6/2026). Kegiatan yang ditandai dengan penebaran benih ikan nila di lahan milik Penasehat PWI Minut, Tonaas Wangko Isak Tambani, berlangsung di Kendem atas Warukapas dan dihadiri perwakilan pemerintah daerah serta berbagai unsur mitra.

Perwakilan Bupati Minahasa Utara, Asisten II Setdakab Minut Robby Parengkuan, SH., menghadiri acara tersebut mewakili Bupati Dr. Joune Ganda. Dalam sambutannya, Robby memberikan apresiasi atas inisiatif PWI Minahasa Utara yang dinilai sejalan dengan program ketahanan pangan nasional dan upaya peningkatan kesejahteraan insan pers. Ia menyerukan pentingnya kolaborasi lintas pihak agar program ini berkelanjutan.

Peluncuran ini menegaskan posisi PWI Minahasa Utara sebagai pelopor: program ini menjadi Pilot Project Nasional dan merupakan organisasi PWI kedua di Indonesia yang mengembangkan inisiatif serupa, serta yang pertama di Sulawesi Utara. Penebaran bibit nila merupakan langkah awal untuk mengembangkan kawasan budidaya yang ke depan direncanakan menjadi sentra terpadu perikanan dan pertanian.

Ketua PWI Sulawesi Utara, Sintya Bojoh, menyampaikan kebanggaannya atas terobosan tersebut. Menurut Sintya, inisiatif ini memperlihatkan bahwa organisasi wartawan tidak hanya berperan di ranah jurnalistik, tetapi juga mampu menghadirkan program yang meningkatkan kesejahteraan anggota dan memperkuat kemitraan lintas sektor.

Pelaksana Tugas Ketua PWI Minahasa Utara sekaligus Bendahara PWI Sulawesi Utara, Debby Malongkade, mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah, instansi vertikal, dunia usaha, dan mitra lain yang membantu realisasi proyek. Ia menyebut kontribusi HNSI Sulawesi Utara, Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Tatelu, serta PT Suri Tani Pemuka sebagai kunci keberhasilan tahap awal program.

Kegiatan ini juga menandai kolaborasi strategis pertama antara HNSI Sulawesi Utara dan kelompok budidaya ikan melalui PWI Minahasa Utara, sebuah sinergi yang mendapat perhatian khusus mengingat Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, juga menjabat sebagai Ketua HNSI Sulawesi Utara.

Penasehat PWI Minut, Tonaas Wangko Isak Tambani, selaku penggagas, menyediakan lokasi dan memaparkan visi jangka panjang untuk mengembangkan kawasan menjadi sentra budidaya yang mengintegrasikan perikanan dan pertanian. Tambani dikenal sebagai tokoh adat Toar Lumimuut yang aktif mendukung pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat.

Hadir dalam acara itu sejumlah pejabat dan perwakilan institusi, antara lain: Robby Parengkuan mewakili Bupati; Sintya Bojoh (Ketua PWI Sulawesi Utara); perwakilan Kejaksaan Negeri Minahasa Utara; perwakilan Danlanudal Manado; Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Minahasa Utara; perwakilan BBAT Tatelu; Ketua KTNA Sulawesi Utara; pimpinan PT Suri Tani Pemuka; dan Ketua HNSI Minahasa Utara.
Pemkab Minahasa Utara menilai inisiatif ini selaras dengan upaya memperkuat sektor perikanan sebagai pilar ketahanan pangan daerah. Minahasa Utara pernah mencatat capaian ketahanan pangan tertinggi di Provinsi Sulawesi Utara pada 2021, dan program ini diharapkan dapat memperkokoh capaian tersebut sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi wartawan anggota PWI.

Dengan status Pilot Project Nasional, PWI Minahasa Utara diharapkan menjadi contoh bagi PWI di daerah lain untuk mengembangkan program produktif serupa, memperkuat kemitraan lintas sektor, dan mendukung pembangunan daerah serta ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.