MANADO-Ratusan Karyawan ItCenter Manado melakukan aksi damai di depan ItCenter, Selasa (2/6).
Mereka menuntut keadilan dari kriminalisasi dan fitnah terkait pencemaran limbah yang dilaporkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ke Polresta Manado. Akibat laporan tersebut ada penetapan tersangka dari pihak ItCenter.

Orator demo mencurigai proses hukum begitu cepat di Polresta Manado sebagai bentuk kriminalisasi. Dari tahun 2025 sampai tahun 2026 sudah ada penetapan tersangka. Apalagi bukti yang dihadirkan tidak sesuai prosedur.
Sementara itu, salah satu pemilik tenant ikut demo Andre Rumatora menjelaskan aksi damai yang dilakukan supaya stop kasus kriminalisasi yang ditunjukan kepada ItCenter.

“Sebab kalau ITCenter ditutup maka anak istri kami mau makan apa. Ratusan tenant akan tutup dan ratusan karyawan kehilangan pekerjaan,” katanya.
Menurut Andre, pihaknya sudah mendengarkan fakta persidangan, Ipal yang dipakai sebagai alat bukti dalam penetapan tersangka diambil dari saluran air dari seluruh Kota Manado. Bukan saluran dari itCenter.
“Dari data ini menunjukan prosedur pengambilan sampel sudah tidak betul. Mereka datang menggunakan botol bekas untuk mengambil sampel, tidak sesuai prosedur. Karena itu hentikan kasus ini. Sebab ini kriminalisasi,” tegasnya.

Dia juga mengharapkan pemerintah Kota Manado dan DPRD membantu mereka.
“Pemerintah kota Manado dan DPRD tolong bantu kami. Sebab karyawan tenant kami saja sekitar 200 orang, kalau itCenter tutup maka mereka tidak ada pekerjaan,” katanya.
Sementara itu, Warga yang mendengar itCenter akan ditutup akibat laporan tidak jelas terkait pencemaran limbah menilai tindakan aparat penegak hukum terlalu gegabah. Menurut mereka, seandainya pun ada kesalahan pada limbah berikan peringatan supaya memperbaiki.
“Jangan diproses secara hukum, karena ini berhubungan dengan mata pencaharian orang banyak. Kalau iTcenter tutup, banyak warga yang jadi pengangguran. Karena tidak semua kasus itu harus berakhir di pengadilan, apalagi berhubungan dengan banyak orang,” katanya.


Tinggalkan Balasan