Minahasa Utara — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Utara resmi dibuka Senin (6/7/2026) di Alun-alun Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dengan kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar.
Pembukaan yang meriah itu juga dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Bupati Minahasa Utara Dr. Joune Ganda, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta kafilah dari 15 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.
Kedatangan Menteri Agama disambut hangat oleh Gubernur Yulius Selvanus. Saat turun dari kendaraan, keduanya menunjukkan sapaan hangat dan pelukan persaudaraan yang mendapat sorak dan tepuk tangan hadirin, menandai suasana akrab dan kekeluargaan sepanjang acara pembukaan.
Gubernur dan Menteri berjalan berdampingan menuju panggung utama untuk mengikuti rangkaian pembukaan yang diiringi pawai kafilah dan sambutan meriah peserta.
Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan bahwa MTQ lebih dari sekadar kompetisi tilawah; acara ini merupakan sarana penting untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, membangun karakter, dan menumbuhkan harmoni antarwarga dalam kerangka keberagaman bangsa.
Ia memuji Sulawesi Utara atas reputasinya menjaga kerukunan antarumat beragama, dan mendorong pelaksanaan MTQ menjadi wahana yang meneguhkan semangat toleransi dan persatuan.
Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan rasa syukur atas kunjungan Menteri dan menyebut MTQ sebagai momentum membumikan nilai-nilai Al-Qur’an serta mempererat ukhuwah antar-sesama.
Gubernur berharap para peserta tidak hanya berlomba meraih prestasi sebagai qari dan qariah terbaik, tetapi juga menjadi teladan dalam pengamalan ajaran Al-Qur’an di tengah kehidupan sosial.
Penyelenggaraan MTQ XXXI yang menghadirkan kafilah dari 15 kabupaten/kota sekaligus berfungsi sebagai seleksi wakil Sulawesi Utara menuju MTQ tingkat nasional. Panitia menekankan pentingnya integritas penilaian dan pembinaan berkelanjutan bagi peserta agar regenerasi qari-qariah berkualitas terus terjaga.
Acara pembukaan juga diisi dengan penampilan seni religi dan sambutan tokoh agama setempat yang menegaskan komitmen bersama untuk menjaga kerukunan dan memanfaatkan MTQ sebagai media edukasi spiritual serta pemersatu masyarakat.
Pemerintah daerah berharap gelaran ini tidak hanya meningkatkan prestasi pada bidang tilawah, tetapi juga memperkuat persatuan, mempererat hubungan antar-komunitas beragama, dan memberi dampak positif bagi kehidupan sosial budaya di Bumi Nyiur Melambai.(ite)


Tinggalkan Balasan