MANADO — Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk membangun sumber daya manusia aparatur sipil negara (ASN) sebagai fondasi percepatan pembangunan daerah.

Pernyataan itu disampaikan saat memberi pengarahan kepada Pejabat Administrator (Eselon III) dan Pejabat Fungsional Ahli Madya di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Jumat (17/7/2026).

Sekretaris Provinsi Tahlis Gallang turut mendampingi acara tersebut.
Gubernur Yulius mengatakan pertemuan ini bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergi antarlevel pemerintahan setelah 18 bulan memimpin provinsi.

Ia menjanjikan rangkaian tatap muka bertahap, dimulai dengan Eselon III, dilanjutkan Eselon IV, dan akan meluas hingga camat di seluruh Sulawesi Utara untuk membangun koordinasi sampai ke tingkat daerah.

Dalam arahannya, Gubernur menekankan posisi strategis para pejabat administrator sebagai ujung tombak pelaksanaan kebijakan publik. Ia meminta mereka bekerja cepat, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Gubernur juga mengingatkan kondisi fiskal yang menantang pada 2026—termasuk pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat—sehingga meminta pejabat mencari solusi kreatif dan memaksimalkan sumber daya yang ada agar program prioritas tetap berjalan.

Sebagai bentuk investasi jangka panjang, Pemprov Sulut menyiapkan kebijakan pemberian beasiswa bagi ASN berprestasi untuk melanjutkan pendidikan, serta program peningkatan kapasitas melalui pelatihan, kursus, dan pembekalan. “Kalau dia Eselon III, sekolahkan. Kalau tidak bisa disekolahkan, kursuskan. Kalau tidak bisa, latih. Kalau tidak bisa lagi, beri pembekalan,” ucap Gubernur yang mendapat tepuk tangan peserta, menegaskan komitmen meningkatkan kompetensi aparatur.

Gubernur juga menggarisbawahi pentingnya etos kerja: disiplin, kolaboratif, dan integritas tinggi. Ia mengajak seluruh ASN bekerja tanpa mencari pujian, dan menegaskan bahwa keberhasilan pemerintah diukur bukan sekadar jumlah program, tetapi kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat. “Sulawesi Utara satu komando, petarung,” tegasnya, seraya mengingatkan bahwa pimpinan atau Tuhan yang akan menilai kinerja yang terbaik.

Penutupan arahannya menegaskan kembali prioritas pelayanan publik sebagai tolok ukur utama birokrasi. Dengan penguatan kapasitas ASN melalui pendidikan dan pelatihan serta semangat kerja yang kuat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimistis mampu menghadapi tantangan fiskal dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan bagi masyarakat.