MANADO-Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Sulawesi Utara menjadi momen penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Kepolisian Republik Indonesia. Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, S.E., bertindak sebagai Inspektur Upacara pada apel yang digelar di Lapangan Mapolda Sulut, Rabu (1/7/2026), dan membacakan amanat Presiden Republik Indonesia sekaligus menegaskan komitmen daerah untuk mendukung tugas kepolisian dalam menjaga keamanan serta percepatan pembangunan.
Upacara dihadiri Kapolda Sulut Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H., unsur Forkopimda, pimpinan TNI, serta tamu undangan dari berbagai elemen. Seusai prosesi, Gubernur bersama Pangdam XIII/Merdeka memberikan kejutan penghargaan kepada jajaran kepolisian sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian Korps Bhayangkara kepada bangsa dan negara.
Gubernur Yulius menyatakan peringatan kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan lahirnya regulasi baru yang memperkuat pijakan kelembagaan Polri. “Untuk Polri di Sulut, saya bergembira. Apalagi di hari ulang tahun ke-80 Bhayangkara, Polri mendapat hadiah berupa undang‑undang Polri yang baru. Itu hadiah yang manis buat Polri dan khususnya Polda Sulut,” ujarnya.
Pernyataan Gubernur merujuk pada disahkannya Undang‑Undang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Perubahan Ketiga atas Undang‑Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang mulai berlaku sejak 17 Juni 2026. Regulasi ini dianggap menjadi dasar pembaruan kelembagaan untuk membuat Polri lebih adaptif menghadapi tantangan keamanan modern, termasuk dinamika teknologi digital dan kejahatan siber, serta pergeseran kompleksitas sosial.
Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, TNI, dan seluruh instansi vertikal akan terus memberikan dukungan kepada kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di Bumi Nyiur Melambai. “Selamat ulang tahun kepada Polri. Polisi tetap milik rakyat, polisi untuk rakyat, dan polisi harus terus mengabdi. Jalankan tugas dengan baik agar semakin dicintai masyarakat,” ucapnya.
Pakar dan pejabat yang hadir menilai regulasi baru memberi peluang untuk memperkuat profesionalisme, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan Polri kepada publik.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 diyakini menjadi awal semangat pembenahan internal Korps Bhayangkara—dengan harapan meningkatnya kepercayaan publik dan hadirnya pelayanan yang humanis, profesional, serta responsif dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.(ite)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan