MITRA, Liputan15.com– Politeknik Negeri Manado (Polimdo) terus memperkuat peran perguruan tinggi vokasi dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Polimdo menerapkan inovasi bata beton rendah karbon sekaligus meningkatkan kemampuan literasi digital masyarakat Desa Liwutung Dua, Kabupaten Minahasa Tenggara.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya hilirisasi hasil penelitian dosen agar inovasi yang dikembangkan di lingkungan akademik dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah bata beton rendah karbon dengan pemanfaatan material alternatif seperti serbuk kapur dan abu terbang sebagai bahan penyusun.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Steve W.M. Supit, ST., M.Eng., Ph.D., menjelaskan bahwa penerapan teknologi tersebut merupakan bentuk kontribusi Polimdo dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Hasil riset tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, tetapi diarahkan agar dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat.

Selain inovasi di bidang konstruksi, tim Polimdo juga memberikan pendampingan peningkatan kapasitas digital bagi pemerintah desa, pelaku UMKM, serta pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Materi yang diberikan mencakup strategi pemasaran digital dan penyusunan laporan keuangan berbasis teknologi.

Program ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Liwutung Dua. Kehadiran Polimdo dinilai memberikan manfaat strategis karena tidak hanya membawa teknologi baru, tetapi juga memperkuat kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan perkembangan digital untuk mendukung aktivitas ekonomi desa.

Tim pengabdian melibatkan dosen dari berbagai bidang keahlian sehingga pendekatan yang dilakukan bersifat multidisiplin. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan pendampingan yang lebih komprehensif sesuai kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Polimdo kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan vokasi yang aktif menjalankan tridarma perguruan tinggi. Inovasi teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendukung kemajuan desa.

Ke depan, hasil pendampingan ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan produk lokal berbasis inovasi, sekaligus mendorong Desa Liwutung Dua menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi tepat guna untuk pembangunan berkelanjutan.