MINUT — Ketua Ormas Adat Pa’ Esaan Ne Tu’a–Tua Minaesa Sulawesi Utara, Tonaas Wangko Izhak Tambani, memberikan apresiasi tinggi atas prestasi Tim Nasional Hapkido Indonesia pada 3rd Asian Hapkido Championships 2026 di Hong Kong (14–15 Agustus 2026).

Empat atlet asal Sulawesi Utara menjadi bagian dari skuad yang mengharumkan nama bangsa dengan total 12 medali: 6 emas, 4 perak, dan 2 perunggu.

Izhak menyatakan kebanggaannya khususnya kepada empat wakil Sulut—Kezia Tesalonika Umboh (Airmadidi), Wendy Hezkia Rarung (Kauditan), Gracia Karin Tanwijaya (Bitung), dan Andreas E. Waturandang—yang tampil kompetitif di ajang tingkat Asia tersebut.

“Ini merupakan kebanggaan bagi kita semua. Mereka bukan hanya membawa nama daerah, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia. Prestasi ini menjadi hadiah yang sangat berarti dalam momentum peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” ujar Izhak.

Sorotan utama tertuju pada Kezia Tesalonika Umboh yang menjuarai nomor Daeryun Putri Senior kelas 55–59 kg. Kezia mengalahkan wakil Thailand, Nichapha Inthaising, dan pada final menundukkan tuan rumah Hong Kong, Wong Pui Lam, sehingga dinobatkan pula sebagai The Best Player Putri Senior.

Wendy Rarung menyumbang medali perak di kelas 72 kg putra, sementara Gracia Tanwijaya meraih perak di Daeryun Putri Senior Under 55 kg. Andreas Waturandang berjuang maksimal meski belum naik podium.

Izhak menilai keberhasilan ini bukan sekadar prestasi instan, melainkan bukti bahwa atlet daerah mampu bersaing di level internasional bila mendapat pembinaan, dukungan, dan perhatian berkelanjutan.

Ia mendesak pemerintah daerah, provinsi, dan pusat memberikan apresiasi serta penguatan program pembinaan atlet muda. “Pemerintah perlu menjadikan ini momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga prestasi. Jangan sampai atlet berprestasi hanya mendapat perhatian ketika sudah membawa pulang medali,” tegasnya.

Kezia, usai disambut oleh Izhak, menyampaikan rasa syukur dan harapan agar prestasinya menjadi motivasi bagi generasi muda Sulut untuk berani bermimpi dan berlatih mencapai prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Ia berharap medali itu mendorong lebih banyak anak muda menekuni cabang olahraga prestasi dan mengangkat nama Sulawesi Utara di panggung dunia.

Penampilan gemilang Tim Hapkido Indonesia di Hong Kong dan peran atlet Sulut menjadi catatan penting bagi upaya pengembangan olahraga prestasi di daerah. Menurut Izhak, dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak akan memastikan talenta lokal tidak hanya bersinar sesaat, tetapi terus berkembang menjadi atlet kelas dunia.(***)