TOMOHON — Kepala SMP Negeri 4 Tomohon, Alex Tangkuman, S.Th., M.Teol., memberikan klarifikasi di media ini sekaligus membantah seluruh tudingan yang beredar di media sosial terkait dugaan adanya oknum guru yang meninggalkan tugas pada jam kerja hingga dugaan pelecehan dan kejahatan verbal terhadap siswa.
Tudingan tersebut sebelumnya beredar melalui sebuah unggahan di Facebook yang menyebut adanya beberapa oknum guru di SMP Negeri Tara-Tara yang disebut kerap meninggalkan tugas sebagai pengajar pada jam kerja dan menyerahkan tanggung jawab kepada guru lainnya.
Dalam unggahan yang sama, terdapat pula tudingan bahwa seorang guru perempuan diduga melakukan pelecehan atau kejahatan verbal terhadap siswa, namun disebut tidak diberhentikan dan hanya dipindahkan. Bahkan, unggahan tersebut menuding persoalan itu seolah-olah ditutupi karena guru yang bersangkutan disebut memiliki suami yang bekerja sebagai ASN di Dinas Pendidikan Kota Tomohon.
Menanggapi seluruh informasi tersebut, Alex Tangkuman dengan tegas menyatakan bahwa tudingan-tudingan yang beredar tersebut tidak benar.
“Berita yang dimuat di Facebook dengan nama akun Becky Sangi memuat bahwa ada beberapa oknum guru di SMP Negeri Tara-Tara yang meninggalkan tugas sebagai pengajar di jam-jam kerja. Serta guru perempuan yang melakukan pelecehan dan kejahatan verbal. Semua informasi tersebut tidaklah benar,” tegas Alex.
Terkait tudingan bahwa beberapa guru sering meninggalkan tugas sebagai pengajar pada jam kerja, Alex membantahnya.
Ia menegaskan tidak ada guru yang meninggalkan tugas tanpa alasan. Jika terdapat guru yang tidak berada di sekolah pada jam kerja, hal tersebut karena yang bersangkutan sedang menjalankan tugas luar atau sedang sakit.
“Guru yang meninggalkan tugas sebagai pengajar di saat jam kerja tidak ada, kecuali karena tugas luar ataupun sakit,” jelasnya.
Dengan demikian, tudingan bahwa terdapat guru yang disebut “kumabal”, keluar seenaknya pada jam kerja, maupun sering menyerahkan tanggung jawab kepada guru lain, menurut Alex tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di sekolah.
Alex juga membantah keras tudingan mengenai adanya guru perempuan yang melakukan pelecehan atau kejahatan verbal terhadap siswa dan kemudian dimutasi sebagai bentuk sanksi.
“Tidak ada guru perempuan yang dimutasi karena kasus tersebut,” tegas Alex.
Pernyataan itu sekaligus membantah narasi bahwa terdapat kasus pelecehan terhadap siswa yang sengaja disembunyikan oleh pihak sekolah.
Tudingan lainnya yang beredar di media sosial menyebut seolah-olah peristiwa pelecehan oleh seorang pendidik ditutup rapat oleh pihak sekolah.
Alex menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia memastikan tidak ada kondisi sebagaimana yang dituduhkan dalam unggahan tersebut.
Menurutnya, seluruh guru dan pegawai SMP Negeri 4 Tomohon sampai saat ini tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Sampai saat ini semua guru dan pegawai tetap menjalankan tugas sesuai sebagaimana mestinya,” ungkapnya.
Alex menyayangkan beredarnya tudingan tersebut di media sosial karena dinilai dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap guru, sekolah, maupun dunia pendidikan.
Ia berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama informasi yang menyangkut nama baik seseorang maupun lembaga pendidikan.
Pihak sekolah pun memilih memberikan klarifikasi secara terbuka agar masyarakat mengetahui kondisi yang sebenarnya dan tidak terpengaruh oleh informasi yang dinilai tidak sesuai fakta.
“Demikian tanggapan kami atas kabar bohong yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut,” tutup Alex Tangkuman.

Tinggalkan Balasan