MANADO-Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bergerak cepat memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Pulau Manado Tua, Senin (31/8).
Atas instruksi Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, Pemprov Sulut bersama Pemerintah Kota Manado dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan distribusi air bersih, Sabtu ini, dengan memanfaatkan dua kapal KKP, KM Matthew 3 dan KP Hiu.
Instruksi gubernur mendorong langkah cepat pemerintah untuk merespons kebutuhan dasar masyarakat dan memastikan layanan publik tetap berjalan, khususnya di wilayah kepulauan.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahlis Gallang mengerahkan perangkat daerah terkait untuk berkoordinasi dengan Pemkot Manado dan KKP agar penanganan dilakukan segera dan terkoordinasi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov Sulut, Jemmy Ringkuangan, menyatakan distribusi 18.200 liter air bersih yang dikirim hari ini merupakan bukti kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurut Jemmy, kondisi geografis Manado Tua sebagai daerah kepulauan mengharuskan pendistribusian melalui transportasi laut, sehingga dukungan kapal milik KKP menjadi kunci keberhasilan operasi logistik tersebut.
“Bapak Gubernur memberikan instruksi agar kebutuhan masyarakat segera ditangani. Bapak Sekprov juga mengarahkan agar koordinasi lintas sektor dilakukan secara cepat dan konkret. Hari ini kita tindaklanjuti bersama Pemkot Manado, PDAM dan KKP melalui distribusi 18.200 liter air bersih ke Manado Tua,” ujar Jemmy.
Jemmy menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin hambatan geografis menghalangi akses pelayanan dasar. “Jarak geografis tidak boleh menjadi jarak pelayanan. Masyarakat di pulau harus merasakan kehadiran pemerintah. Karena itu, ketika ada kebutuhan yang harus segera ditangani, kita bergerak bersama dan mencari solusi,” katanya.
Selain sebagai respons darurat, distribusi hari ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov Sulut dan Pemkot Manado untuk memantau kebutuhan warga dan mendorong solusi jangka panjang agar ketersediaan air bersih di wilayah kepulauan lebih terjamin.
Jemmy menyebut kolaborasi lintas lembaga tersebut mencerminkan pola kerja pemerintahan yang mengutamakan koordinasi dan respons cepat, bukan sekadar pembagian kewenangan sektoral.
Ke depan, Pemprov Sulut menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kota serta kementerian/lembaga terkait untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di pulau-pulau serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah kepulauan.(*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan