MANADO,Liputan15.com – Kemudahan akses layanan keuangan digital membawa peluang sekaligus risiko bagi generasi muda. Tanpa pemahaman yang memadai, mahasiswa dapat terjebak dalam praktik pinjaman online ilegal yang berpotensi menimbulkan persoalan keuangan berkepanjangan.
Mengantisipasi hal tersebut, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkuat edukasi finansial bagi kalangan mahasiswa melalui Forum Inklusi dan Literasi Keuangan (FinLab) bertajuk “Level Up Your Money Game” di Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Prof. Ruddy Tenda ini diikuti sekitar 150 mahasiswa dari Jurusan Akuntansi dan Administrasi Bisnis.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Prayitno Amigoro, menjelaskan bahwa pemilihan mahasiswa sebagai sasaran kegiatan didasarkan pada hasil survei yang menunjukkan perlunya peningkatan literasi keuangan di kalangan tersebut.
Menurutnya, mahasiswa dari bidang bisnis dan akuntansi memiliki keterkaitan erat dengan sektor perbankan sehingga menjadi salah satu kelompok strategis untuk mendapatkan pemahaman mengenai sistem keuangan.
Namun, edukasi tersebut tidak menutup kemungkinan diperluas ke jurusan lainnya agar semakin banyak mahasiswa memahami pengelolaan keuangan secara benar.
Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polimdo, Juliet P.T. Makinggung, S.E., M.Si., mengapresiasi kepercayaan LPS yang memilih Polimdo sebagai lokasi pelaksanaan FinLab.
Ia menilai pemahaman keuangan menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa, terutama dalam menghadapi perkembangan layanan finansial digital yang semakin mudah diakses.
Juliet juga mengingatkan mahasiswa agar membiasakan diri menabung melalui lembaga perbankan resmi serta lebih berhati-hati terhadap tawaran pinjaman online ilegal.
Dengan jumlah mahasiswa Polimdo yang mencapai lebih dari 5.000 orang, ia berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat memberikan dampak lebih luas terhadap peningkatan kesadaran finansial di lingkungan kampus.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Utara, Dr. dr. Hizkia Sembel.
Melalui FinLab, LPS berharap mahasiswa tidak hanya memahami fungsi lembaga tersebut dalam menjamin simpanan masyarakat di perbankan, tetapi juga mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, mengenali risiko layanan finansial, serta membangun kebiasaan mengelola uang secara bertanggung jawab.
Literasi keuangan diharapkan menjadi bekal penting bagi generasi muda agar tidak hanya mampu menghasilkan uang, tetapi juga cerdas menjaga dan mengelolanya.

Tinggalkan Balasan