TOMOHON – Pemerintah Kecamatan Tomohon Barat mengeluarkan imbauan kewaspadaan dini kepada warga setelah kebakaran rumah melanda Kelurahan Woloan 1 Utara pada Kamis (29/10). Camat Tomohon Barat, John Pionir Lonta, S.Hut., M.AP., menegaskan seluruh masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, terutama di tengah kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino.
Kebakaran di Woloan 1 Utara dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.00 Wita dan menghanguskan satu rumah warga. Petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, sementara penyebab pasti kejadian masih didalami pihak berwenang.
Camat John Lonta mengingatkan bahwa bencana kebakaran dapat terjadi kapan saja tanpa diduga. Ia meminta orang tua aktif mengawasi anak-anak agar tidak bermain api atau korek gas yang berpotensi memicu kobaran besar.
“Kontrol di dalam rumah itu sangat penting, terlebih di situasi kemarau seperti sekarang. Kami juga meminta dengan sangat agar warga tidak melakukan aktivitas bakar-bakar di area perkebunan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan,” ujar John Lonta.
Warga juga diimbau rutin memeriksa instalasi listrik untuk mencegah korsleting, serta memastikan kondisi rumah aman sebelum meninggalkan rumah. Pemerintah kecamatan menekankan pentingnya budaya saling mengingatkan antarwarga agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.
Kewaspadaan tersebut menjadi semakin penting karena kondisi vegetasi yang mengering selama El Nino memperbesar peluang api menjalar, khususnya di lahan perkebunan dan ruang milik jalan. Pemerintah Kota Tomohon sebelumnya mencatat 17 kejadian kebakaran hutan dan lahan skala kecil hingga sedang selama Juli–Agustus 2026, termasuk di wilayah Kecamatan Tomohon Barat.
Selain ancaman kebakaran, kemarau juga memicu krisis air bersih. Sebagai respons, Pemerintah Kecamatan Tomohon Barat menyalurkan bantuan air bersih sekitar 3.000 liter per hari kepada warga terdampak selama 15 hari ke depan, terintegrasi dengan program Gerakan Masyarakat Peduli Sesama (GEMA KASIH) Pemerintah Kota Tomohon.
Pemerintah kecamatan berharap seluruh elemen masyarakat menaati imbauan resmi, menjaga lingkungan, dan tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas yang berisiko memicu bencana selama kondisi kemarau masih berlangsung.(*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan