MANADO — Meski bertepatan dengan hari Minggu dan tanggal merah, Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes, tetap hadir langsung memantau pelayanan rumah sakit, Minggu (1/11).

Kehadirannya menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak mengenal hari libur, sebagaimana RS Kandou menjalankan layanan gawat darurat 24 jam sepanjang minggu.

Penelusuran dilakukan di sejumlah unit pelayanan, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), CVBC, ICCU, Nyiur Melambai, hingga PICU. Prof. Starry memantau kondisi pelayanan sekaligus berinteraksi dengan keluarga pasien untuk mendengar langsung pengalaman dan kebutuhan mereka selama menjalani perawatan.

Bagi Prof. Starry Rampengan, tanggung jawab sebagai direktur utama tidak berhenti pada tugas administratif di ruang kerja. Kehadiran langsung di lapangan menjadi cara untuk melihat kondisi nyata pelayanan, mendengar suara pasien dan keluarga, serta memastikan seluruh jajaran tetap bekerja sesuai standar mutu dan keselamatan pasien.

Saat sebagian besar masyarakat menikmati waktu istirahat, rumah sakit justru harus tetap siaga. Pasien tetap membutuhkan penanganan, perhatian, dan kepastian layanan—terutama pada unit-unit kritis seperti IGD, ICCU, dan PICU yang menjadi bagian dari layanan intensif RS Kandou.

Langkah tersebut menjadi teladan bagi seluruh jajaran RSUP Kandou bahwa melayani masyarakat menuntut kepedulian, kedisiplinan, dan kesediaan hadir ketika dibutuhkan. Di balik setiap pelayanan, terdapat pasien dan keluarga yang menaruh harapan besar pada rumah sakit.

Komitmen ini juga sejalan dengan arah kepemimpinan Prof. Starry yang menekankan peningkatan mutu dan keselamatan pasien serta pengembangan pelayanan humanis berbasis hospitality—pelayanan yang ramah, empatik, dan berorientasi pada kepuasan pasien.

Dalam peninjauan tersebut, Prof. Starry didampingi Asisten Manajer Pelayanan Medik Rawat Jalan dan Rawat Intensif, dr. Christy Natalia Alouw, M.Kes, serta Asisten Manajer Keperawatan, Ns. Allan Sondakh, S.Kep., M.Kes.

Kehadiran pimpinan pada hari libur bukan sekadar simbol, melainkan pengingat bahwa di balik setiap pintu ruang perawatan ada nyawa, harapan, dan kepercayaan masyarakat yang harus dijaga tanpa henti.(*)