MANADO,Liputan15.com – Kemampuan menyelenggarakan sebuah kegiatan tidak cukup hanya dipelajari melalui teori di ruang kelas. Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman langsung untuk mengasah keterampilan manajemen, kreativitas, komunikasi, hingga kemampuan mengambil keputusan ketika menghadapi situasi tidak terduga.

Pendekatan inilah yang diterapkan Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melalui kegiatan Project Based Learning (PBL) yang mengangkat perpaduan budaya Jepang, Minahasa, dan Sangihe, Selasa (20/10/2026).

Berlangsung di Ruang Theater Polimdo, kegiatan tersebut menjadi ruang praktik bagi mahasiswa untuk mengelola sebuah event dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pertunjukan seni, peragaan busana, seminar internasional, hingga penyajian kuliner.

Tidak hanya berorientasi pada pertunjukan budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana mahasiswa mempraktikkan kemampuan mengelola acara secara profesional, termasuk membangun kerja sama dan menciptakan kegiatan yang memiliki nilai ekonomi.

Ketua panitia, Alvarianti Maya Natasya Mamile, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi pembelajaran berbasis proyek yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menyelenggarakan sebuah kegiatan.

Rangkaian acara turut menampilkan tari kaligrafi Jepang serta peragaan busana yang memadukan pakaian adat Jepang, Minahasa, dan Sangihe. Kegiatan juga dirangkaikan dengan seminar internasional dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Polimdo dan pihak Jepang.

Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA, menilai metode PBL memberikan manfaat penting karena mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga menghadapi berbagai persoalan nyata selama proses pelaksanaan proyek.

Menurutnya, penyelenggaraan sebuah event memiliki banyak kemungkinan yang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Keterlambatan acara, tamu yang belum hadir, hingga perubahan kondisi pembawa acara merupakan contoh situasi yang membutuhkan respons cepat.

Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis, mengambil keputusan, menyiapkan langkah antisipasi, serta membangun kemampuan bekerja sama dengan berbagai pihak.

Alelo menegaskan, pengalaman menjalankan proyek juga membentuk kecerdasan intelektual dan emosional mahasiswa. Dua kemampuan tersebut menjadi modal penting ketika mereka nantinya terjun ke dunia kerja.

Kolaborasi dengan pihak Jepang dalam kegiatan ini sekaligus membuka ruang pertukaran budaya dan pengembangan wawasan internasional bagi mahasiswa Polimdo.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Jepang, Mr. Tamaki, Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polimdo Juliet Makinggung, Ketua Jurusan Pariwisata Dr. Bernadain Dainty Polii, serta jajaran pimpinan program studi dan dosen Jurusan Pariwisata.

Melalui pembelajaran berbasis proyek, Polimdo terus mendorong mahasiswa pariwisata agar memiliki pengalaman praktis, kem