BOLMONG—Penjabat Bupati Bolmong Ir Limi Mokodompit MM bersama Forkopimda mempertemukan warga di Kelurahan Imandi dan Desa Pinonobatuan (Tambun), Kecamatan Dumoga Timur. Pertemuan yang digelar di perbatasan kedua desa, Rabu (2/8) kemarin, untuk penandatanganan kesepakatan damai antar kedua bela pihak.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Welty Komaling SE MM, Kapolres Bolmong AKBP Arianto Salkery SH MH, Dandim 1303 Bolmong Lekol Inf Topan Angker SSos, Kepala Pengadilan Negeri Kotamobagu Junita Beatrix Ma’i SH MH, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kotamobagu Meydi Wensen. Hadir juga pimpinan perangkat kerja daerah, para camat Dumoga Raya, kepala desa, tokoh masyarakat dan warga dikedua bela pihak.
Terpantau kedua kubu yang berselisih masing-masing menandatangani kesepakatan damai. Bahkan, didepan Forkopimda dan pemerintah desa para pemuda dan bapak-bapak saling berpelukan. Sebelum dilakukan penandatanganan damai, masing-masing perwakilan dari dua kelompok memberikan aspirasi untuk menambah isi perjanjian. Pasca konflik, kedua belah pihak juga meminta Polisi untuk lebih meningkatkan operasi Kamtibnas, operasi sajam, dan operasi Knalpot Racing guna meningkatkan keamanan wilayah. Mereka juga mengusulkan kembali diaktifkannya pos penjagaan di perbatasan kedua desa dan kelurahan, sebagai langkah untuk mencegah konflik serupa di masa depan.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Limi mengungkapkan, apresiasi yang besar atas kesepakatan damai yang berhasil dicapai oleh kedua belah pihak. Ia menyatakan rasa syukur karena kedua pihak menempatkan kepentingan bersama di atas ego masing-masing. Limi berharap perdamaian ini murni lahir dari kesadaran kedua belah pihak dan menjadi ajang untuk melakukan introspeksi diri demi mencegah konflik yang tidak diinginkan di masa depan. “Alhamdulillah semuanya telah mencapai kata sepakat. Kesepakatan damai telah diterima sepenuhnya oleh kedua belah pihak,” ujar Limi dengan penuh harapan.
Limi menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah penting untuk menjaga situasi di wilayah Dumoga, khususnya di Kabupaten Bolaang Mongondow, agar tetap kondusif, aman, dan tertib. Ia juga memberi imbauan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu konflik. “Saya berharap agar persoalan serupa tidak akan terulang lagi. Dampak konflik sosial yang kerap terjadi tidak hanya dirasakan oleh kedua belah pihak, tetapi juga oleh masyarakat lainnya yang merasa tidak nyaman. Dengan dukungan dari semua pihak, saya optimis bahwa konflik serupa tidak akan meruncing lagi di masa mendatang,” pungkasnya. (toms)


Tinggalkan Balasan