JAKARTA— PT PLN (Persero) mengambil langkah strategis memperkuat transisi energi bersih Indonesia melalui kolaborasi dengan Uni Eropa, KfW Development Bank, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI.
Kerja sama ini fokus pada pengembangan dua proyek pembangkit energi baru terbarukan (EBT) pumped storage hydropower di Sumatera Utara dan Jawa Timur.Sebagai bentuk komitmen bersama, Uni Eropa dan KfW mendukung penyusunan dokumen studi kelayakan untuk proyek Indonesia Sumatra Pumped Storage di Simalungun, Sumatera Utara, serta Indonesia Grindulu Pumped Storage di Pacitan, Jawa Timur.
Total dana bantuan teknis untuk persiapan proyek ini mencapai sekitar 6 juta euro, menandai penguatan sinergi dalam percepatan pembangunan infrastruktur EBT.
Direktur Keuangan PLN, Sinthya Roesly, menegaskan bahwa pengembangan proyek ini menjadi kunci akselerasi transisi energi nasional.
“Kami membuka keran investasi berkelanjutan dan memanfaatkan technical assistance untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan portofolio investasi menuju ekonomi rendah karbon,” ujarnya.
Sementara itu, Maya Rani Puspita, Executive Vice President Keuangan Korporat PLN, mengapresiasi dukungan pembiayaan dan kerja sama teknis dari para mitra.
Ia menuturkan bahwa proyek pumped storage ini vital untuk meningkatkan fleksibilitas sistem kelistrikan nasional dan mempercepat integrasi energi terbarukan secara besar-besaran.
Untuk proyek di Sumatra, PLTP akan memanfaatkan Danau Toba sebagai waduk bawah dan membangun sebuah waduk atas dengan sistem bendungan cincin (ring dam) dengan nilai investasi sekitar 582 juta dolar AS.
Sedangkan proyek di Grindulu, Pacitan, akan terdiri dari empat unit pembangkit dengan kapasitas total 1.000 MW dan estimasi investasi mencapai antara 1,08 hingga 1,3 miliar dolar AS.
Perwakilan Uni Eropa untuk Indonesia, Jerome Pons, menegaskan bahwa lewat inisiatif Global Gateway, Uni Eropa berkomitmen mendukung pembangunan sistem tenaga listrik modern dan rendah emisi di Indonesia.
Direktur Pembiayaan Publik PT SMI, Faris Pranawa, menambahkan, sinergi antara PLN, SMI, Uni Eropa, dan KfW menjadi contoh nyata kolaborasi global yang memperkuat masa depan energi Indonesia.
Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut kesepakatan pada COP28 Dubai 2023 dan mencerminkan tekad PLN bersama mitra internasional dalam mewujudkan agenda transisi energi berkeadilan sekaligus mendukung target Net Zero Emissions 2060.(*)
Sumber: PLN
Editor: Yolister Karame


Tinggalkan Balasan