MANADO-Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, mengajak seluruh elemen sektor ekonomi di daerah untuk meningkatkan sinergi demi percepatan kemajuan pembangunan provinsi.
Ajakan ini disampaikan melalui Asisten III Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Fransiscus Manumpil, dalam sambutannya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, Jumat (28/11/2025), di Aula Kantor BI Sulut.
Manumpil menegaskan, kekompakan dan kolaborasi antar sektor selama ini menjadi kunci sukses menghadapi tantangan pembangunan sekaligus membuka peluang baru bagi Sulut, terlebih di tengah kompetisi global yang semakin ketat.
“Sinergitas yang terjaga baik membuat Sulawesi Utara mampu menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang stabil, selalu berada di atas angka 5 persen,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa sinergi dan peran aktif seluruh pihak sangat penting untuk mencapai visi dan misi pembangunan daerah secara optimal.
Dalam kesempatan itu, Manumpil juga membeberkan sejumlah program prioritas untuk tahun 2026. Fokus pembangunan akan meliputi pengembangan infrastruktur, penguatan pertanian, perikanan, UMKM, serta pengembangan pariwisata dan budaya yang mengangkat kearifan lokal.
Peningkatan ekonomi dan investasi juga menjadi bagian utama agenda tersebut.Target pembangunan Sulut pada 2026 dibidik cukup ambisius, dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 6,05–7,05 persen, inflasi terkendali pada angka 3 ± 1 persen, serta penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.
Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 77,06 dan stabilitas distribusi pendapatan dengan rasio gini antara 0,338 sampai 0,351 juga menjadi sasaran penting.
“Dengan komitmen bersama dan sinergi yang semakin kuat, kita optimistis dapat meraih capaian gemilang yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara,” tutup Manumpil mengakhiri sambutannya.(*)
Editor: Yolister Karame


Tinggalkan Balasan