MANADO — Upaya transformasi kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) menuju pusat logistik global kian menggeliat melalui Forum Group Discussion (FGD) “Transformasi Sulampua Menuju Global Logistics Hub”.
Acara di Aula GKN Manado dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Johannes Victor Mailangkay, plus tokoh strategis dari dalam dan luar negeri.
Diskusi dipandu Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Utara Erwin Situmorang dan Ketua Apindo Sulut Riko Lieke. Peserta termasuk Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun, Kepala BI Sulut, pimpinan instansi vertikal, pelaku usaha logistik, eksportir-importer, serta investor Indonesia-Tiongkok.
Fokus utama: pengembangan direct call dari Pelabuhan Bitung sebagai pengubah permainan logistik Indonesia Timur.Sulampua disebut motor ekonomi nasional dengan proyeksi ekspor USD 25-30 miliar per tahun, atau 15-18% total ekspor RI.
Namun, arus barang timur masih andalkan pelabuhan Jawa, bikin biaya logistik mahal dan waktu tempuh panjang.
Direct Call Bitung: Potong Waktu 20 Hari, Biaya 30%
Gubernur Yulius Selvanus menekankan, direct call Bitung bisa pangkas pelayaran ke Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok dari 25-30 hari jadi 7-10 hari, plus turun biaya logistik 20-30%.
“Ini kepentingan bersama Sulampua, bukan hanya Sulut. Bitung sebagai simpul nasional ciptakan ekosistem gudang, distribusi, feeder ports, dan tarik investasi berkualitas,” ujarnya.
Dubes Djauhari Oratmangun soroti Tiongkok sebagai mitra dagang utama. Perdagangan bilateral melonjak dari USD 44 miliar (2015) ke USD 148 miliar (2024), naik 236%.
Januari-November 2025 capai USD 150,36 miliar dengan neraca seimbang. Investasi Tiongkok juga tembus USD 8,1 miliar (2024), ranking 3 besar asing, fokus logam, transportasi, energi, kimia, dan infrastruktur.
“Direct call Bitung-Tiongkok jadi terobosan rantai pasok Asia Timur, sinergi Poros Maritim Dunia dan BRI. Ini jalur pertumbuhan, turunkan biaya, saingi produk timur, integrasi value chain,” tegasnya. Bitung diproyeksi Pacific Rim Economic Hub via Two Countries Twin Parks dan Twin Ports.
Aspirasi Usaha: Segera Realisasi Regulasi
Pelaku usaha apresiasi FGD dan harap direct call Bitung jalan reguler. Ini tingkatkan efisiensi, daya saing global, dan kepastian bisnis. FGD ini bukti pengembangan Bitung adalah strategi nasional, dorong Sulampua kuasai rantai pasok Asia Pasifik lewat sinergi pemerintah, usaha, dan mitra internasional.(*)
Editor: Yolister Karame


Tinggalkan Balasan