LIPUTAN15.COM–Tunduhan Partai Demokrat bermain dua kaki dibenarkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief.

Dia mengakui, permainan dua kaki Partai Demokrat di Pemilu 2019 dilakukan atas perintah Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.

Menurut Andi, justru aneh jika sebuah partai politik tidak bermain dua kaki saat ini. Sebab di pemilu 2019, ada dua pemilihan yang digelar bersamaan yakni pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

“Soal Demokrat dua kaki jadi rame. Perintah Ketua Umum SBY itu jelas memang dua kaki. Satu kaki di pileg, Satu kaki di Pilpres. Justru yang main satu kaki itu yang aneh dalam pemilu berbarengan,” tulisnya melalui akun Twitter @AndiArief pada Selasa (11/9). Seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Dia mengungkapkan, bahwa dalam pemilu 2019 calon legislatif adalah senjata dalam pileg. Sementara dalam pilpres, pengurus pusat parpol adalah tombaknya. “Ujung tombak pileg adalah Caleg, Ujung tombak pilpres adalah Pengurus Pusat,” lanjutnya.

Wacana Demokrat bermain dua kaki di Pemilu 2019 muncul setelah sejumlah kadernya di daerah secara terang-terangan menyatakan mendukung pasangan bakal capres dan cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin.

Mereka yang bersikap demikian antara lain Ketua DPD Demokrat Papua Lukas Enembe dan Ketua DPD Demokrat Jawa Timur Soekarwo. Ketua Majelis Pertimbangan Daerah Partai Demokrat Jawa Barat Deddy Mizwar juga disebut-sebut bakal masuk tim juru kampanye Jokowi-Ma’ruf.

Sikap sejumlah kader itu bertentangan dengan arah politik partai yang mendukung Prabowo-Sandiaga. Elite pusat Demokrat tak memberikan sanksi apa pun terhadap mereka. Pimpinan Demokrat bahkan memberikan dispensasi atas sikap tersebut.(end)