Sangihe, Liputan15. com – Dalam pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan dan EPRA (Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran) Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (14/06/2022) yang dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Sangihe bertempat di Dialoog Hotel Tahuna, yang dihadiri Sekretaris Daerah/Kota Se Provinsi Sulut, Kepala Biro Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulut, Pejabat di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Pj. Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe dr. Rinny Tamuntuan dalam membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Utara mengatakan realisasi anggaran merupakan salah satu indikator penting suksesnya penyelenggaraan pembangunan yang sedang dan sementara diupayakan.
“Maka kita dituntut untuk dapat menunjukkan kinerja yang optimal, baik pelaksanaannya dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan pengawasan hingga evaluasi,” Ucap Tamuntuan.
Lanjutnya Rakor Pembangunan dan EPRA ini ditujukan untuk mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan isu-isu strategis terkait pembangunan, serta hambatan, tantangan terkait percepatan penyerapan anggaran di lingkungan pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulut.
” Melalui kegiatan ini akan mampu menopang gerak langkah pembangunan, dan mampu menyelesaikan kendala atau hambatan dalam penyerapan realisasi anggaran, yang ada di Kabupaten/Kota yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi. Disisi lain semakin mempererat hubungan kemitraan antara pejabat Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulut,” Lanjutnya
Ditambahkannya kegiatan yang sementara dimonitor secara berkala, antara lain pekerjaan infrastruktur di 15 Kabupaten/Kota, kemudian proyek strategis Nasional yang akan dibangun untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah kedepan. Yakni pembangunan jembatan Bitung-Lembeh, pembangunan kawasan industri Mongondow (Kimow), pembangunan kawasan Pulau Lembeh, dan pembangunan jalan tol Manado-Amurang.
Diharapkan kegiatan ini dapat menghasilkan terobosan-terobosan kreatif dan inovatif, sekaligus dapat menghasilkan gagasan yang dapat menjadi solusi, dalam menghadapi berbagai kendala yang menghambat dalam percepatan realisasi penyerapan anggaran, sehingga tujuan dari kegiatan ini dapat tercapai

Tinggalkan Balasan