LIPUTAN15.COM,TOMOHON–Pawai pembangunan yang menjadi tradisi kebanggaan Kota Tomohon kembali menghiasi jalan-jalan kota.

Terakhir kali digelar pada tahun 2019, pawai ini kembali hadir dengan penuh kemeriahan, memberikan hiburan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79.

Pawai pembangunan, yang sudah ada sejak Tomohon menjadi kota, pertama kali diselenggarakan pada masa pemerintahan Walikota Jefferson Rumajar. Tradisi ini terus berlanjut dan semakin berkembang hingga era Walikota Caroll Senduk, menjadi salah satu kegiatan yang paling dinantikan oleh masyarakat. Pawai ini terkenal dengan atraksi budaya seperti tarian perang Kabasaran dan parade kendaraan hias yang selalu menarik perhatian.

Rangkaian acara tahun ini dimulai dari Kelurahan Walian, tepat di samping Cool, dan berakhir di Polsek Tomohon Tengah. Walikota Tomohon, Caroll Senduk, menyatakan bahwa pawai ini tidak hanya memberikan hiburan bagi warga tetapi juga memiliki makna yang mendalam dalam merayakan kemerdekaan. “Kegiatan ini juga diharapkan dapat memutar roda perekonomian di Kota Tomohon,” ujarnya.

Antusiasme warga Tomohon terhadap kembalinya pawai pembangunan sangat tinggi. Cris Pangemanan, seorang warga dari Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, mengungkapkan kegembiraannya. “Pawai pembangunan ini sangat dinantikan oleh masyarakat Tomohon. Sudah lama kami menunggu momen seperti ini,” katanya.

Dengan kembalinya pawai pembangunan, Kota Tomohon sekali lagi menjadi pusat kemeriahan, di mana budaya, semangat kebangsaan, dan ekonomi lokal bersatu dalam satu perayaan yang penuh warna. Kegiatan ini tidak hanya menghidupkan kembali tradisi, tetapi juga memperkuat ikatan kebersamaan di antara warga kota.