TOMOHON-Kapolsek Tomohon Tengah, Stenly Tawalujan, menyoroti salah satu kerawanan dan permasalahan yang kerap terjadi di wilayah Tomohon Tengah, yakni masih ditemukannya siswa-siswi tingkat SMP dan SMA yang bolos sekolah pada jam pelajaran.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek saat mengikuti kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tomohon Tengah yang dilaksanakan di Aula Katolik Kolongan, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, dalam kurun waktu satu minggu pihak kepolisian sering menerima laporan dari masyarakat terkait adanya siswa yang berkeliaran di luar lingkungan sekolah saat jam belajar berlangsung.

“Dalam seminggu kami sering mendapati laporan dari masyarakat tentang siswa SMP dan SMA yang bolos sekolah di jam sekolah. Ini tentu menjadi perhatian serius,” ujar Stenly Tawalujan.

Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak dapat ditangani oleh pihak kepolisian semata, melainkan membutuhkan peran dan kepedulian bersama dari berbagai pihak, terutama sekolah dan orang tua.

“Hal ini harus menjadi perhatian para guru di sekolah bahkan orang tua siswa, agar pengawasan terhadap anak-anak bisa lebih ditingkatkan,” tambahnya.

Kapolsek berharap melalui forum Musrenbang ini, persoalan kerawanan sosial khususnya terkait kedisiplinan pelajar dapat menjadi salah satu perhatian dalam perencanaan program pembangunan di tingkat kecamatan, sehingga ke depan dapat dirumuskan langkah-langkah konkret untuk mencegah dan menekan angka siswa bolos sekolah.

Dengan adanya sinergi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, pihak sekolah, dan orang tua, diharapkan generasi muda di Tomohon Tengah dapat tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik.