TOMOHON— Sosok inspiratif di dunia pendidikan Kota Tomohon, Lucia M. Supit, resmi memasuki masa purna tugas pada tahun 2026 setelah puluhan tahun mengabdi sebagai guru dan kepala sekolah di SD Katolik Santa Clara Tomohon.
Perjalanan panjang Lucia dimulai sejak tahun 1985 sebagai guru sukarela. Dengan ketekunan dan kecintaan terhadap dunia pendidikan, ia kemudian diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 1988. Sejak saat itu, ia terus menunjukkan dedikasi tinggi dalam membimbing generasi muda.
Selama menjadi tenaga pendidik, Lucia dikenal sebagai guru yang serba bisa. Ia pernah mengajar berbagai mata pelajaran, mulai dari pendidikan agama, olahraga hingga bahasa Inggris. Ia juga dipercaya sebagai wali kelas di beberapa tingkatan, termasuk kelas 1 dan kelas 4.
Puncak pengabdiannya terjadi pada tahun 2018, saat ia dipercaya oleh Yayasan Yosep Esa Ene untuk menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Katolik Santa Clara Tomohon. Di bawah kepemimpinannya, sekolah tersebut mengalami perkembangan pesat dan menorehkan berbagai prestasi membanggakan.
Salah satu capaian bersejarah terjadi pada ajang Tomohon International Flower Festival 2018, di mana SD Katolik Santa Clara turut ambil bagian dalam pemecahan rekor MURI lomba merangkai bunga oleh 888 pelajar. Tak hanya itu, di tahun yang sama, sekolah ini juga berhasil meraih Juara 1 Festival Penggalang Ceria tingkat nasional di Jakarta.
Prestasi lainnya terus mengalir, baik di tingkat lokal, nasional hingga internasional. Siswa-siswi SD Katolik Santa Clara berhasil meraih silver medal dalam ajang International Choir di Singapura, mengikuti kegiatan internasional di Bangkok dan Singapura, hingga meraih Juara 1 lomba musik kolintang pada TIFF 2022.
Di bidang kesehatan, sekolah ini juga menorehkan prestasi dengan meraih Juara Harapan 2 tingkat nasional dalam lomba dokter kecil tahun 2025. Sementara dalam bidang akademik, tingkat kelulusan siswa terus menunjukkan hasil yang memuaskan, termasuk kelulusan 100 persen pada tahun 2023.
Lucia M. Supit sendiri pernah meraih penghargaan sebagai guru berprestasi tingkat Kota Tomohon dan Harapan 1 tingkat Provinsi Sulawesi Utara, yang semakin menegaskan kualitas dan dedikasinya sebagai pendidik.
Selama kepemimpinannya, puluhan prestasi berhasil diraih, menjadikan SD Katolik Santa Clara Tomohon sebagai salah satu sekolah dasar unggulan di daerah tersebut.
Kini, meski telah memasuki masa pensiun, jejak pengabdian Lucia M. Supit akan terus dikenang. Ia tidak hanya meninggalkan prestasi, tetapi juga warisan nilai, disiplin, dan semangat belajar bagi generasi penerus di Kota Tomohon.


Tinggalkan Balasan