MANADO– Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 dengan upacara khidmat di Halaman Kantor Gubernur, Jalan 17 Agustus, Manado, Senin (27/4).

Bertema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, acara ini menjadi momentum refleksi tiga dekade desentralisasi yang telah mengubah wajah pemerintahan nasional.

Upacara dipimpin Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, didampingi Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Plh Sekdaprov Denny Mangala, serta ribuan pejabat dan ASN provinsi.

Dalam menyampaikan amanat Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Gubernur Yulius menekankan bahwa Otda bukan sekadar seremoni, melainkan evaluasi perjalanan otonomi yang membuka peluang daerah mengelola potensi lokal untuk percepatan pembangunan.

“Desentralisasi telah memberi ruang lebih luas bagi daerah, tapi tantangan ke depan menuntut sinergi kuat antara pusat, provinsi, kabupaten, dan kota agar selaras dengan agenda nasional,” ujar Gubernur Yulius.

Ia menegaskan komitmen Sulut menjaga keseimbangan kemandirian daerah dan keutuhan NKRI, dengan otonomi sebagai alat utama tingkatkan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat.

Enam Strategi Unggulan Gubernur Yulius
Gubernur Yulius merinci enam langkah strategis untuk optimalisasi otonomi daerah ke depan:

  1. Integrasi Perencanaan & Penganggaran: Hilangkan tumpang tindih program dan duplikasi anggaran pusat-daerah.
  2. Reformasi Birokrasi Berbasis Capaian: Bangun tata kelola modern via digitalisasi terintegrasi yang lincah dan responsif.
  3. Penguatan Kemandirian Fiskal: Dorong inovasi pendapatan daerah agar tak bergantung dana transfer pusat.
  4. Kolaborasi Antar Daerah: Atasi isu lintas wilayah seperti transportasi dan pengendalian banjir secara bersama.
  5. Fokus Layanan Dasar: Prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan air bersih untuk tekan ketimpangan wilayah.
  6. Ketahanan Daerah: Perkuat stabilitas hadapi krisis ekonomi dan bencana iklim.

Menindaklanjuti arahan Presiden, Gubernur Yulius mendesak pemerintah kabupaten/kota terapkan efisiensi anggaran, hindari seremoni berlebih, dan fokus nilai tambah bagi rakyat. “Capaian 30 tahun Otda jadi pijakan tingkatkan pelayanan, dari swasembada pangan, pengentasan stunting, hingga pengembangan UMKM,” tegasnya.

Peringatan ini diharapkan jadi titik konsolidasi pemangku kepentingan, pastikan pembangunan Sulut ke depan inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat.(ite)