MANADO — RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado memperingati Hari Lahir Pancasila 2026 dengan upacara khidmat di Lapangan Upacara Gedung CVBC, Senin (1/6/2026). Berbeda dari peringatan seremonial biasa, rumah sakit menempatkan Pancasila sebagai pijakan etis dalam pelayanan medis dan pengelolaan sumber daya manusia.
Upacara yang mengacu pada Surat Edaran BPIP Nomor 2 Tahun 2026 itu dipimpin Inspektur Upacara, Direktur Utama RSUP Kandou Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes. Ia membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dengan tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.Hadir mendampingi jajaran direksi serta pegawai medis dan tenaga kesehatan rumah sakit.
Mengambil angle nilai layanan publik, pidato yang dibacakan menekankan Pancasila bukan sekadar doktrin ideologis, melainkan panduan praktis bagi tenaga kesehatan: menjadikan musyawarah, keadilan sosial, dan kemanusiaan sebagai dasar keputusan klinis, manajemen rumah sakit, dan kebijakan layanan yang berpihak pada pasien. Pernyataan ini selaras dengan penegasan bahwa Pancasila harus hidup dalam praktik sehari-hari, bukan hanya sebagai simbol formal.
Direktur Utama Prof. Rampengan menegaskan komitmen institusi untuk menerjemahkan nilai Pancasila ke dalam ranah pelayanan kesehatan. Implementasi yang diupayakan meliputi peningkatan akses layanan bagi kelompok rentan, penerapan praktik kolaboratif antarprofesi (musyawarah medis), serta kebijakan yang menempatkan kepentingan pasien sebagai pusat pelayanan.
Pernyataan resmi rumah sakit juga menyebutkan integrasi nilai keadilan sosial dalam perencanaan program kesehatan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Pidato BPIP yang dibacakan menyoroti pula peran Indonesia di panggung global dalam mendorong perdamaian dan keadilan—nilai yang menurut panitia peringatan relevan bagi institusi kesehatan yang berinteraksi dengan ragam latar belakang pasien. Nilai musyawarah dan mufakat dinilai penting dalam penyelesaian konflik internal, tata kelola klinis, serta kegiatan penelitian dan pendidikan kedokteran.
Peringatan itu diharapkan menjadi momentum penguatan budaya kerja di RSUP Kandou: menumbuhkan semangat gotong royong antarpegawai, menegakkan etika pelayanan, dan memastikan setiap kebijakan rumah sakit sejalan dengan prinsip-prinsip Pancasila.
Direktur Layanan Operasional Dr. Erwin Sondang Siagian, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Yune Laukati, MARS, dan Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto, SE, Ak., MM., hadir untuk menegaskan langkah-langkah implementasi ke depan.
Dengan pendekatan ini, RSUP Kandou mencoba menjawab tantangan modern layanan kesehatan—seperti ketimpangan akses, kebutuhan etika klinis, dan perlindungan kelompok rentan—melalui kerangka ideologis yang berakar pada nilai kebangsaan.
Rumah sakit berjanji menindaklanjuti peringatan dengan program-program konkret yang mengarusutamakan Pancasila dalam pelayanan, pendidikan, dan pengabdian masyarakat.(ite)


Tinggalkan Balasan