MINAHASA-Pemerintah Kabupaten Minahasa menunjukkan komitmen serius terhadap penguatan sektor pertanian dan perikanan dengan mengirimkan rombongan tingkat tinggi ke Pembukaan Pekan Nasional Petani Nelayan (Penas KTNA) XVII di Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).
Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., M.AP., didampingi Sekretaris Daerah Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si., menghadiri acara pembukaan yang resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.
Acara empat tahunan ini dihadiri jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, anggota DPR RI, gubernur dan wakil gubernur, serta bupati-wakil bupati se-Indonesia. Kehadiran unsur pimpinan Minahasa menegaskan peran daerah dalam jaringan nasional yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan, mendorong inovasi pertanian, dan meningkatkan produktivitas perikanan.
Rombongan Minahasa yang hadir tidak hanya membawa pesan dukungan politik, tetapi juga misi teknis: memperkuat jejaring antar-petani dan nelayan, mencari teknologi tepat guna, serta membuka peluang kerja sama lintas daerah dan pusat.
Turut mendampingi Wakil Bupati dan Sekda jajaran pejabat Pemkab Minahasa yang menangani urusan pemerintahan, fiskal, pertanian, pemberdayaan masyarakat, serta layanan darurat—menunjukkan pendekatan multisektoral daerah untuk menangani tantangan produksi dan distribusi pangan.
Penas KTNA XVII dianggap menjadi platform strategis untuk transfer ilmu dan teknologi pertanian-perikanan; forum ini diharapkan menghasilkan praktik unggul, model usaha bersama, dan kebijakan yang mempermudah akses pembiayaan serta pasar bagi petani-nelayan.
Wakil Bupati Vanda Sarundajang dan delegasi Minahasa diperkirakan akan mengikuti lokakarya, dialog kebijakan, dan pertemuan bilateral untuk menjajaki aplikasi teknologi serta program pemberdayaan yang bisa diadaptasi di Minahasa.
Kehadiran Minahasa juga dimaknai sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan lokal melalui sinkronisasi program dengan pemerintah pusat dan provinsi. Dengan membawa pimpinan teknis seperti kepala dinas pertanian dan perikanan serta pejabat terkait lainnya, Minahasa menempatkan diri untuk menerima rekomendasi praktis dan mencari peluang pendanaan atau kemitraan yang mendukung modernisasi sektor primer di tingkat kabupaten.
Penas KTNA kali ini diharapkan memberi dorongan bagi petani dan nelayan Minahasa untuk berinovasi, meningkatkan skala usaha, dan beralih ke praktik yang lebih produktif dan ramah lingkungan.
Delegasi Minahasa pulang tidak hanya dengan inspirasi, tetapi juga target implementasi program yang akan disinergikan dengan prioritas pembangunan daerah untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.


Tinggalkan Balasan