KENDARI — Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI yang berlangsung di Ballroom Hotel Claro Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 2–3 Juni 2026.

Rakerwil yang digelar pada Rabu, 3 Juni 2026, dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua. Kegiatan tersebut diikuti oleh para wali kota dan wakil wali kota dari 17 kota anggota Komwil VI yang meliputi wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Mengusung tema “Kolaborasi dan Sinergi Membangun Indonesia Timur” dengan subtema “Penanganan dan Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat”, forum ini menjadi wadah strategis bagi pemerintah kota untuk bertukar pengalaman, memperkuat kerja sama, serta merumuskan berbagai program pembangunan yang berdampak bagi masyarakat.

Dalam sambutan pembukanya, Wali Kota Kendari sekaligus Ketua Komwil VI APEKSI, Siska Karina Imran, menyampaikan bahwa Rakerwil tersebut tidak hanya menjadi ajang evaluasi program APEKSI Komwil VI Tahun 2026, tetapi juga membahas usulan program kerja tahun 2027 serta menyusun berbagai rekomendasi yang akan dibawa dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Medan pada akhir Juni hingga awal Juli 2026.

Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G.A. Rumajar menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antarpemerintah kota di Indonesia.

“Rapat kerja yang diikuti saat ini sangat penting karena dengan adanya kegiatan seperti ini, kota-kota yang ada di Indonesia khususnya di wilayah Komwil VI dapat saling menambah wawasan, berbagi pengalaman, dan berbagi program untuk menjadi program bersama kota-kota di Indonesia, demi terciptanya kolaborasi dan sinergitas untuk kemajuan bersama,” ujar Rumajar.

Dalam rangkaian Rakerwil, para peserta juga mengikuti sesi pemaparan success story dari Pemerintah Kota Palu dan Pemerintah Kota Parepare terkait pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Paparan tersebut menjadi referensi bagi daerah lain dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang melibatkan peran aktif masyarakat.
Usai pelaksanaan rapat kerja, seluruh peserta mengikuti kegiatan city tour dengan mengunjungi sejumlah lokasi unggulan di Kota Kendari, antara lain Bank Sampah Kodya, Kebun Raya Kendari, dan kawasan wisata Pantai Nambo. Kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi para peserta untuk melihat secara langsung berbagai program dan potensi yang dimiliki Kota Kendari, khususnya dalam pengelolaan lingkungan dan pengembangan destinasi wisata.


Tinggalkan Balasan